oleh

Pedagang Terminal Hanya Andalkan Penumpang Bus

CURUP – Koordinator Satuan Pelayanan Terminal (Korsatpel) Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, Edi Azhari mengatakan pedagang di sekitar terminal saat ini hanya mengandalkan turunnya penumpang bus yang berhenti di dalam terminal.

“Kalau sekarang pedagang terminal hanya mengandalkan penumpang bus yang masuk saja, kalau hari-hari biasa terbilang sepi,” kata Edi, dikonfirmasi Minggu (14/7).

Menurut Edi, Terminal Simpang Nangka ramai hanya pada momen tertentu seperti momen arus mudik dan balik lebaran.

“Kalau hari biasa sepi, tapi untuk sekarang sedikit ramai karena tiket pesawat naik, jadi penumpang ada yang memilih naik bus, kalau hari biasa bus yang masuk hanya sekitar 15 unit,” paparnya.

Sedikitnya aktivitas di dalam terminal, pendapatan para pedagang minim. Kalau pedagang yang kesehariannya di terminal, seperti tukang gorengan, warung dan lainnya ada sekitar 20 pedagang, mereka hanya mengandalkan dari penumpang bus yang turun.

Untuk meningkatkan ekonomi para pedagang dalam terminal, pihaknya tengah bekerja sama pada Dinas Perhubungan Kabupaten Rejang Lebong untuk mengupayakan agar kendaraan baik angkot maupun angdes bisa masuk ke dalam terminal termasuk kendaraan ekspedisi.

“Kalau kita kewenangannya hanya dalam terminal, kalau di luar terminal bukan kewenangan kita, makanya kita upayakan kerjasama dengan Dishub,” katanya.

Dengan masuknya angkot, angdes sambungnya, siapa tahu ada penumpang akan berbelanja di dalam terminal. Begitu juga dengan kendaraan ekspedisi.

“Untuk ekspedisi kita sarankan bongkar muat di terminal, setidaknya terminal bisa ramai, pedagang bisa dapat tambahan pemasukan,” harap Edy. (sam)

Rekomendasi Berita