oleh

Pedagang Pasar Bukit Sulap Lubuklinggau Enggan Isi Lapak

LINGGAU POS ONLINE- Meskipun sudah diimbau, masih saja pedagang tidak mau menempati lapak maupun kios yang ada di Pasar Bukit Sulap (PBS) di Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Sampai saat ini, lapak dan kios tersebut masih kosong.

Ari, salah seorang pedagang saat dibincangi membenarkan kebanyakan pedagang enggan menempati lapak tersebut dengan alasan sepi pembeli. Selain itu, pedagang mau menempati lapak yang sudah dibagi tersebut jika semuanya pindah dan berjualan di sana.

“Permasalahanya sejak dulu sama, tidak kompak. Ada pedagang yang mau ada pedagang yang ngotot tidak mau pindah, Mereka lebih memilih jualan d iemperan, tetapi dagangan mereka laris dan mereka banyak mendapat untung. Makanya lapak tersebut masih juga kosong sampai saat ini,” tegas Ari.

Kalau semua kompak, pemerintah juga tegas bisa saja lapak tersebut terisi.

“Ya intinya harus tegas dan kompak. Kalau tidak, ya masih saja pedagang memilih berjualan diluar. Dan terbukti, kalau hanya sebagian pedagang yang pindah, pembeli memilih membeli dagangan yang berada di luar daripada jauh-jauh ke dalam,” ungkapnya.

Devi, pedagang lainnya juga mengakui hal ini. Ia sendiri mengaku kalau disuruh pindah ke lapak tersebut tidak akan mau, kalau masih banyak pedagang di PBS yang berjualan di luar.

“Kalau semua pedagang di luar dipindahkan ke lapak dan kios yang ada, saya baru mau. Kalau tidak begitu, kami yang pindah ke dalam pasti sepi pembeli. Warga memilih beli ke pedagang yang di luar, daripada ke dalam. Barangnya sama, harganya juga sama,” tegas Devi.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Lubuklinggau, Surya Darma saat dimintai tanggapan. Mantan Kadispora ini membenarkan, alasan sepi pembeli masih menjadi alasan enggannya pedagang pindah ke lapak dan kios yang ada di dalam.

“Sebetulnya baik lapak maupun kios sudah ada pemiliknya, hanya saja mereka tidak percaya kalau di sana mereka tetap mendapat rezeki. Yang diyakini mereka, ketika pindah mereka sepi pembeli. Saat ini, mereka tetap memilih berjualan di Pasar Inpres,” ungkap Surya Darma.

Laporan Riena Fitriani Maris

Rekomendasi Berita