oleh

Pedagang ‘Nakal’ Terancam Pidana

YLKI Ingatkan Pelaku Usaha Jangan Curang

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lubuklinggau, mengingatkan pelaku usaha untuk tidak curang dalam berdagang.

Laporan Aan Sangkutiyar, Ponorogo

MENJELANG perayaan hari-hari besar keagamaan, khususnya Hari Raya Idul Fitri pelaku usaha sering promosi potongan harga (Diskon) besar-besaran.

Strategi ini tentunya sangat menarik minat masyarakat untuk berbelanja. Diskon besar-besaran itu diduga hanya permainan dari pelaku usaha saja. Hal ini, disampaikan Ketua YLKI Lubuklinggau, Dedi Irawan di Gilang Kharisma Romadhon kediamannya, Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Senin (11/6).

Menurut pria yang akrab dipanggil Gilang ini, konsumen yang berbelanja harus jadi konsumen yang cerdas, dengan mencari informasi mengenai barang yang akan dibeli untuk disesuaikan ketika dijual dalam diskon besar-besaran.

Selain itu, kata dia, kualitas barang yang akan dibeli juga harus jadi perhatian, percuma membeli barang yang diskon besar namun kualitas rendah.

“Jadilah konsumen yang cerdas, karena momen lebaran bisa dijadikan pelaku usaha untuk berbuat curang,” katanya.

Sebab, konsumen yang berada di pelosok desa sering jadi korban diskon besar-besaran yang dilakukan pelaku usaha. Sebab, lanjut Gilang, berdasarkan pengamatan dirinya sebelum barang tersebut didiskon, harganya sudah dinaikan oleh pelaku usaha.

“Hal ini sangat merugikan konsumen, karena konsumen sudah dibohongi. Mestinya, pelaku usaha transparan dengan harga dan kualitas, barang yang dijualnya, karena berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha yang nakal terancam hukuman pidana,” tegasnya.

Kemudian, konsumen juga harus teliti dalam memilih parsel yang akan dikirimkan baik untuk kerabat maupun orang terdekat. Karena sebelumnya pernah ditemukan ada parsel yang kedaluwarsa dan mendekati kadaluwarsa, kalau menemukan itu, konsumen bisa melaporkannya ke YLKI.

“YLKI akan selalu melakukan pemantauan di lapangan, untuk melihat parsel dan diskon besar-besaran yang dilakukan pelaku usaha,” jelasnya.

Dilanjutkan Dedi, kalau ditemukan ada pelanggaran maka YLKI tidak segan-segan untuk memproses masalah itu ke ranah hukum. Dan terhadap konsumen yang dirugikan YLKI selalu siap mendampingi dan mengadvokasi konsumen, demi mendapatkan keadilan dan kepastian hukum, baik tingkat penyidikan maupun pengadilan.

Maka dari itu, Dedi mengimbau kepada pelaku usaha untuk tidak berbuat curang dengan konsumen. Apabila itu ditemukan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, YLKI juga mengimbau kepada dinas terkait yakni Disperindagsar untuk mengawasi diskon besar-besaran yang dilakukan pelaku usaha untuk menghindari terjadinya pelanggaran. (*)

Rekomendasi Berita