oleh

Pedagang Asal Prabumulih Ngadu ke Wali Kota, Karena Dilarang Berjualan di Kabupaten Tetangga

LINGGAUPOS.CO.ID – Dalih karena Prabumulih menjadi zona merah pandemik virus corona alias Covid-19, sejumlah pedagang kalangan di Kota Nanas ini dilarang berjualan karena takut tertular.

Didukung juga ada kebijakan kabupaten tetangga melarang pedagang kalangan asal Prabumulih, untuk berjualan membuat sejumlah pedagang kesal dan mengadu ke Wali Kota (Wako).

Subuh-subuh, Selasa (7/4/2020), pedagang kalangan mendatangi Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako).

Merespon itu, Wako, Ir H Ridho Yahya MM telah menyurati Gubernur Sumsel dan Kapolda Sumsel.

“Sudah kita terima keluhan para pedagang kalangan tersebut, sudah kita surati Pak Gubernur dan Pak Kapolda,” ujar Ridho, sapaan akrabnya, kemarin.

Sambungnya, siapa yang menanggung para pedagang kalangan tersebut, biaya untuk menghidupi keluarganya jika tidak berjualan.

“Mau makan apa keluarganya, pasar di Prabumulih saja tidak kita tutup. Dan, tidak ada larangan pedagang berjualan di PTM Pasar Inpres,” beber ayah tiga anak ini.

Hanya saja, kata suami Ir Hj Suryanti Ngesti menerapkan aturan sesuai dengan ketentuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Pakai masker, rajin cuci tangan, memberlakukan social distancing (SD), dan lain-lainnya. Kalau pasar tutup, jelas mati perekonomian masyarakat di Kota Nanas ini,” pungkasnya.

Ia juga menyesalkan, kebijakan sejumlah kabupaten melarang warga Prabumulih tidak hanya dengan menutup kalangan dan juga melarang berjualan serta masuk dan lainnya.

“Kita saja tidak pernah melarang masuk kota kita, asalkan memenuhi aturan dan ketentuan yang ada,” bebernya.(*)
Sumber: Prabumulih Pos

Rekomendasi Berita