oleh

Pecatan TNI Nyaris Bunuh Istri Muda

LINGGAU POS ONLINE, TABA LESTARI – Rabu (27/12) sekira pukul 15.00 WIB pecatan anggota TNI-AD Pangkat Terakhir Koptu, M Teguh (47) berulah. Dengan mengacung-acungkan parang panjang, aksi suami siri Oktaria (17) ini membuat heboh Warga Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Teguh tak sendiri. Ia mendatangi kediaman Herman (55) yang merupakan nenek Oktaria. Teguh bersama lima orang laki-laki (warga sipil). Ia datang mengendarai mobil Toyota Hilux Silver. Sementara empat rekannya menggunakan motor jenis Honda Revo dan Honda Surpa-X. Mereka mengintai kediaman Herman dan Rumina (47) lebih dari 20 menit.

Rumina yang tadinya menyapu halaman ruko sempat merasa tidak beres menyaksikan gelagat pengendara mobil Hilux yang parkir di depan kediamannya. Dan benar saja, apa yang dikhawatirkan Rumina terjadi.

Pukul 15.00 WIB, berani mendobrak pagar depan rumah toko (ruko) dua lantai berwarna hijau di RT 07, Kelurahan Taba Lestari tersebut. Rumina baru sadar, orang yang menerjang-nerjang pagar rumahnya itu suami cucunya, Oktaria.

Bersama komplotannya Teguh memaksa untuk bertemu Okta dan sempat mengancam ingin membunuh istri keempatnya, Oktaria. Tubuh Rumina panas dingin. Oktaria dan ibu kandungnya Evi langsung lari ke lantai dua. Sementara Rumina dan Herman berusaha untuk mencari pertolongan.

Seluruh penghuni rumah tidak berani keluar rumah. Teguh dan komplotannya sudah mengepung rumah.

Dengan parang panjang di tangan, Teguh mengenakan celana loreng, PDL kaos, sepatu PDL dan memakai jacket jeans.

Berhasil menerjang pagar rumah, Teguh dan rombongannya melakukan pendobrakan rolling door rumah Herman sambil berteriak buka pintu dan mengancam akan membakar rumah Herman.

Karena rasa takut rolling door tidak dibuka oleh pemilik rumah. Kemudian Herman menelepon anaknya yang dinas di Sat Brimob Plopor B Petanang, Briptu Parindra dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polres Lubuklinggau Timur I.

Diduga. Teguh beserta 5 orang rekannya membawa Senpira 2 pucuk dan membawa 1 bilah parang. Sekira pukul 16.50 WIB Anggota Polres Lubuklinggau dan beberapa anggota Polsek Lubuklinggau Timur I tiba di TKP.

Saat tiba di TKP lima rekan Teguh melarikan diri. Dan Teguh berhasil diamankan oleh anggota Polres Lubuklinggau.

Sekira pukul 17.15 WIB Teguh dibawa ke Polsek Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau. Sampai di Polsek Lubuklinggau Timur I Teguh diminta agar menanggalkan pakaian dan sepatu PDL yang dipakai. lalu pukul 17.45 WIB Teguh dibawa ke Polres Kota Lubuklinggau untuk proses lebih lanjut.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Kasat Reskrim, AKP Ali Rojikin saat dikonfirmasi membenarkan bahwa memang adanya kejadian tersebut. Namun sudah diamankan di Mapolres Lubuklinggau guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Memang benar kami telah mengamankan Teguh. Saat ini sudah ditahan di Polres selain itu kami juga mengamankan barang bukti tiga buah Senjata Tajam (Sajam) jenis parang,” kata Ali Rojikin, Rabu malam (27/12).

AKP Ali Rojikin menjelaskan, sebenarnya tersangka sudah dilaporkan oleh korban akibat dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Maka dari tersangka melanggar pasal 351 KUHP penganiayaan berat dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

“Serta, melanggar pasal 335 KUHP perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak tiga ratus rupiah,” jelasnya.

Komandan Subdenpom II/4- 5 Lubuklinggau, Letda CPM Ebril Aidi menegaskan bahwa tersangka Teguh bukan lagi anggota TNI namun sudah dipecat dari kesatuan TNI.

“Tersangka, bukan lagi anggota TNI. Sudah dipecat sekitar enam tahun lalu lantaran banyak kasus yang dilakukannya salah satunya mempunyai istri lebih dari satu yakni ada empat istri serta terlibat perjudian dan dugaan penyalahgunaan narkoba,” kata Ebril Aidi, tadi malam.

Letda CPM Ebril Aidi menjelaskan, mengenai Senpi saat bertugas hingga dipecat dari prajurit TNI memang tidak memegang Senpi. Maka dari itu, apabila ada dugaan menggunakan Senpi saat melakukan aksinya.

“Pastinya tidak mengetahui secara pasti dari mana tersangka mendapatkan Senpi itu,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat akan diringkus memang tersangka mengenakan atribut TNI yakni celana TNI beserta sepatu.

“Namun semuanya sudah disita, dan memang masih mengaku-ngaku sebagai anggota TNI padahal sudah dipecat dari TNI,” tutupnya. (16/19/CW01/05)

Komentar

Rekomendasi Berita