oleh

PDAM Perlu Pembenahan

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Lubuklinggau kedepan masih akan menyelesaikan “Pekerjaan Rumah (PR)”, terkait PDAM Tirta Bukit Sulap. Meliputi PR atau persoalan PDAM induk di daerah Kayu Ara (Watas).

“Memang perlu pembenahan. Sekarang sedang kita bangun reservoir-nya, nanti menyusul dibangun IPAL-nya,” ujarnya.

Untuk menambah cakupan dari pada distribusi yang lama. Dan memang diakui pihaknya, sejak 1989 belum ada pembangunan-pembangunan dan baru ini dilakukan pembangunan reservoir baru di PDAM induk daerah Watas.

“Kita menekankan supaya nanti 2019 tidak ada lagi persoalan PDAM. Jangan melihat dari satu sisi, lihat perkembangan selama ini yang dulu pelanggan PDAM Kota Lubuklinggau hanya 12 ribu, sekarang sudah sampai 17 ribu,” kata Nanan.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengecek penampung air sebelum didistribusikan ke pelanggan di Intak Batu Urip.

Selain itu, PR atau persoalan PDAM lainnya yakni PDAM masih butuh satu intake untuk cakupan Kota Lubuklinggau yakni di Bukit Sulap.

Nah kalau Bukit Sulap sudah, Watas sudah, insya Allah untuk cakupan 5 sampai 10 tahun kedepan, Lubuklinggau terpenuhi PDAM.

Sejauh ini PDAM Lubuklinggau memiliki PDAM induk di Watas. Didukung intake Petanang, Kupang, Jukung dan Batu Urip.

“Kita berharap kedepan ada IKK di Bukit Sulap. Kalau di induk Watas selesai, yang mulai dibangun reservoir, IPAL selesai, di Bukit Sulap selesai, maka persoalan PDAM bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat intake IKK Batu Urip bantuan Hongaria di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II siap beroperasi memberikan pelayanan pendistribusian air kepada pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap (TBS) Lubuklinggau.

Hal ini dipastikan Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe usai meninjau lokasi Intake Batu Urip.

Dijelaskan Walikota, intake IKK di wilayah tersebut dapat mendistribusikan air ke 2.000 Kepala Keluarga (KK) mulai 2019 dengan area cakupan Kelurahan Batu Urip, Siring Agung hingga ke Jogoboyo. Saat ini intake IKK bantuan Hongaria yang proyek pengerjaannya dilakukan pihak Kementerian Pekerjaan Umum Penata Ruang itu sebagian sudah operasi di daerah Batu Urip dengan cakupan 75 KK

“Untuk sekarang yang sudah dibantu oleh tambahan dari Hongaria ini adalah 75 untuk saluran distribusi 75 KK dan dari DAK ada 200 KK. Kedepan tetap kita tambah untuk sampai kepada 1.800 sampai 2.000 KK,” tambah Nanan sapaan Prana Putra Sohe.(nia/rls)

Rekomendasi Berita