oleh

PDAM Hanya Andalkan Sungai Kelingi

LINGGAU POS ONLINE – Debet tiga sumber air Perusahaan Daerah Air Minum-Tirta Bukit Sulap (PDAM-TBS) Kota Lubuklinggau mengecil, karena perusahaan daerah ini hanya mengandalkan Sungai Kelingi. Sehingga distribusi air bersih ke pelanggan berkurang.

Direktur PDAM-TBS Kota Lubuklinggau, Hj Ratna Machmud didampingi Kabid Teknik, Hadi Purwanto kepada wartawan, Senin (26/8) mengatakan tiga sumber air PDAMTBS Kota Lubuklinggau yakni Sungai Kasie, Sungai Apur, dan Sungai Kelingi. Sungai Kasie dan Apur sudah surut, sedangkan Sungai Kelingi juga turun namun masih bisa disedot menggunakan mesin pompa.

“Normalnya kami distribusi air 80 liter per detik, tapi saat ini hanya 50 liter per detik itupun dilakukan sistem gilir agar semua pelanggan masih tetap didistribusikan air bersih. Kecuali daerah dataran tinggi seperti Karya Bakti,” jelas Hadi Purwanto.

Ditambahkan Hadi Purwanto, saat ini pihaknya masih melakukan uji coba bisa tidak air Sungai Kelingi disedot menggunakan dua pompa agar bisa optimal distribusi air bersih ke pelanggan.

“Kami tes terlebih dahulu, dan dilihat debet Sungai Kelingi memungkinkan atau tidak, jangan sampai nanti mesin pompa panas meledak dan rusak tapi airnya tidak bisa dialiri,” ungkap Hadi Purwanto.

Diakui Hadi Purwanto, dengan adanya kekeringan ini pihaknya juga dirugikan pemasukan PDAM-TBS Kota Lubuklinggau berkurang. Namun, tetap ingin memberikan pelayanan terbaik, salah satunya memberikan layanan air bersih ke pelanggan.

Jadi pelanggan yang kesulitan mendapatkan air bersih bisa datang ke Kantor PDAM-TBS Kota Lubuklinggau dengan membawa tedmond atau sejenisnya untuk mengambil air bersih. Biaya tidak ditetapkan berdasarkan kerelaan warga untuk membayar jasa petugas PDAM-TBS Kota Lubuklinggau yang membantu proses pemindahan air.

Menurut Hadi Purwanto, saat ini PDAM-TBS Kota Lubuklinggau menerima banyak keluhan pelanggan. Namun ia meminta pelanggan memaklumi ketidakoptimalan pelayanan, ini faktor alam yang tidak bisa dihindari.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Rodi Wijaya meminta PDAM-TBS Kota Lubuklinggau segera mencari solusinya. Jika bisa dilakukan sedot dengan dua pompa maka segera dilakukan agar distribusi air ke pelanggan optimal.

“Segera cari solusinya, jangan hanya berdiam dan faktor alam jadi alasan. Kalau memang bisa dua pompa segera terapkan,” pesan Rodi Wijaya.(nia)

Rekomendasi Berita