oleh

PCNU Lubuklinggau Menarget Dirikan 72 NU Mart

Didukung Bulog, BNI dan SM Group

SELASA (14/11) Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe membuka Pelatihan Kewirausahaan dan Pengelolaan Retail Modern yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Lubuklinggau.

Dalam kegiatan yang terpusat di Lantai 3 Meeting Room SMart Hotel itu, hadir mitra pendukung owner SM Group Hindra Sumarjono, Kepala Perum Bulog Yonas Haryadi Kurniawan, dan perwakilan BNI Cabang Lubuklinggau Roro.

H SN Prana Putra Sohe mengapresiasi gerak cepat pengurus NU Kota Lubuklinggau.

“Hidup ini sama halnya membangun harapan. Karena harapanlah yang bisa menjadi semangat. Kita sama-sama mendukung dan berdoa cita-cita NU Lubuklinggau untuk mendirikan 72 NU Mart ini lekas terwujud. Saya apresiasi adanya pelatihan ini,” terangnya.

Ia meyakini, dengan program pendirian NU Mart inilah NU bisa memberikan manfaat untuk nahdliyin.

“Kami punya program keumatan. Dan alhamdulillah pelan-pelan namun pasti sudah terlaksana. Bahkan 2018 nanti, kami akan mengalokasikan Rp 1 miliar untuk seluruh pondok pesantren di Lubuklinggau. Sementara untuk panti asuhan yang biasanya dibantu Rp 10 juta, insya Allah nanti akan ditingkatkan jadi Rp 25 juta per panti,” imbuhnya lagi.

Pada saat yang sama, dalam acara yang juga dihadiri Asisten I H Ibnu Amin, Ketua Rumah Indonesia H Mahyudin, dan Sekjend NU Lubuklinggau Sumarsam, Ketua PCNU Kota Lubuklinggau DR KH Ahmad Mansur mengatakan, bahwa pelatihan kemarin merupakan embrio pengembangan ekonomi masyarakat khususnya nahdliyin

“Kami punya mimpi ekonomi nahdliyin harus berkembang
Memang bertahap. Dimulai dengan orang-orang yang punya semangat dan hadir pagi ini (kemarin,red). Bila warga NU berkembang secara ekonomi, NU pun dapat berkahnya,” ungkap Ahmad Mansur.

Ia menegaskan lagi, NU menginginkan setiap kelurahan ada NU Mart.

“Alhamdulillah SM Group, BNI dan Bulog sudah siap membantu kita. BNI akan bantu melalui program KUR Mikro pinjamannya tidak lebih dari Rp 25 juta. Pesan saya tunjukkan usaha kita melalui NU Mart ini berkembang dan eksis. Jaminannya NU. Insya Allah kita dukung warga NU jadi orang kaya di Lubuklinggau,” paparnya.

Lalu bagaimana dengan bagi hasilnya?

“Apakah ada profit untuk NU? Nggak perlu. Dari hasil keuntungan bapak ibu mengelola NU Mart, kami nitip celengan saja. Bisa diisi kapanpun. Nggak perlu ada bagi profit. Oleh karena itu kami minta agar usahanya maju,” jelasnya.

Menurut Dr Ahmad Mansur, terwujudnya mimpi-mimpi NU ini semuanya tidak terlepas dari dukungan Pemkot Lubuklinggau untuk kepentingan warga NU. Termasuk bakal dilakukannya pembangunan Rumah Sakit NU, juga suksesnya pendirian Sekretariat NU Kota Lubuklinggau.

Siang kemarin, Nahdliyin diminta peka dan mulai bisa ‘membaca’ potensi tempat tinggal jadi pusat minimarket NU Mart. Dan tidak menutup kemugkinan bapak ibu yang punya warung manisan bisa jadi cikal bakal NU Mart.

“Yang kita bicarakan ini pengembangan potensi ekonomi warga NU. Keuntungannya untuk warga NU. Bukan untuk PC NU. Kalau warga NU sukses, kami nitip celengan saja. Dari celengan sadaqah bapak ibu itulah akan kami kelola untuk mendirikan PAUD NU, SD NU, dan sebagainya untuk kemaslahatan umat,” jelas Ust Mansur lagi.

Ia menyarankan, sebisa mungkin NU Mart dibuka di tempat strategis. Systemnya siapapun yang penting warga NU (punya KartaNU) bisa membuka NU Mart. Polanya, silakan siapkan space rumah minimal ukuran 4×6 meter, disiapkan rak untuk tempat menata barang, satu unit laptop/pc atau komputer, barcopp scanner, dan mini printer.

“Masalah produknya mau diisi apa, kita sudah kerja sama dengan Owner SM Group, Bapak Hindra Soemardjono. System belanjanya, kalau ambil barang dengan kami, tidak boleh belanja di tempat lain. NU Mart butuh barang? Segera telepon kami. Kami siap distribusikan. Cara bayar, barang kami antar hari ini, minggu depan mulai ada penagihan. Tapi nggak musti bayar full dulu. Bisa bertahap,” jelasnya.

Agar usaha NU Mart Nahdliyin makin sukses, PCNU Lubuklinggau juga bekerja sama dengan BNI untuk membantu pembiayaan melalui program KUR Mikro.

“Kita juga didukung Bulog, untuk pengadaan gula, tepung dan daging. Bulog akan memberi bantuan berupa pembeli tetap. Bulog titip barang di NU Mart kita, penerima Raskin yang pegang kartu dari Bulog belanjanya ke NU Mart. NU Mart ini, kalau ditambah AC saja fasilitasnya mirip retail yang ada saat ini. Di software masing-masing NU Mart itu, bisa nanti setiap hari mau lihat laba rugi, sisa barang (misal barang tinggal dikit) bisa pesan. Selain itu kami juga akan berikan ke bapak untuk layanan pra bayar (token listrik, bayar BPJS, pulsa, beli tiket KA, PDAM, finance, transfer duit, TV Prabayar, juga Listrik Pasca Bayar). Semuanya bisa,” imbuh Ahmad Mansur.

Kalau ekonomi kita bagus, lanjut H Ahmad Mansur, insya Allah rezekinya bisa barokah.

“Yakinlah kalau NU Mart bagus, warga NU jadi pelanggan kita, artinya yang kaya warga NU. Gerakan membangun NU Mart ini untuk membangun ekonomi warga NU,” imbuhnya.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita