oleh

PBS Kembali Ditata

Kadisperindag, HM Hidayat Zaini
……perlahan kita berikan pemahaman dan kita sosialisasikan, jangan sampai ada kontra lagi. Kita berikan penjelasan, kalau tujuan kita baik, hanya ingin menata dan menertibkan pasar…

Segera Relokasi Tahap II

LINGGAU POS ONLINE, ULAK SURUNG – Setelah melakukan relokasi untuk pedagang ikan, di Pasar Bukit Sulap (PBS), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau, HM Hidayat Zaini menegaskan, pihaknya akan kembali merelokasi pedagang yang masih berjualan di depan. Hal ini dilakukan, agar pasar terlihat rapi dan tidak semrawut.

Karena saat ini diakuinya, masih ada lebih kurang 20 pedagang yang masih berjualan di depan.

“Tetapi kita laksanakan secara bertahap. Kita tidak ingin, ketika kembali melakukan relokasi ada penolakan atau kontra dari pedagang yang akan direlokasi. Pasti kita lakukan, hanya saja harus bertahap,” kata Dayat sapaan akrabnya, Jumat (29/12).

Saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada pedagang yang harus mereka relokasi.

“Perlahan kita berikan pemahaman dan kita sosialisasikan, jangan sampai ada kontra lagi. Kita berikan penjelasan, kalau tujuan kita baik, hanya ingin menata dan menertibkan pasar. Supaya kedepan, pasar makin bersih dan nyaman untuk penjual maupun pembeli,” jelasnya.

Sepi pembeli, diakuinya masih menjadi alasan pedagang yang enggan di relokasi. Sementara pemerintah sudah menyiapkan lapak untuk mereka.

“Padahal kita sudah meyakinkan, ketika mereka pindah maka pembeli pun akan mencari mereka ke lapak belakang yang kita siapkan. Hanya saja memang perlu waktu, dan kami yakin setelah diberikan pemahaman pedagang bisa mengerti dan mau direlokasi,” ungkapnya.

Fasilitas di lapak yang disediakan pun dilanjutkannya, sudah mereka lengkapi.

“Kita berharap, kedepan mereka mau pindah ketika kita relokasi ke lapak yang sudah disediakan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang cabai dan bawang merah maupun bawang putih, yang enggan disebutkan namanya mengaku tetap ingin berjualan di depan.

“Karena sepi, kalau ramai pembeli kenapa kami mau jualan di emperan seperti ini,” tegasnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita