oleh

PAUD Basmallah Presschool Tanamkan Karakter Islami Melalui Pembiasaan

LINGGAUPOS.CO.ID- PAUD Basmallah Presschool memiliki visi menanamkan karakter dasar islam kepada anak-anak sejak dini dengan pembiasaan dan praktek ajaran islam. Demikian disampaikan Kepala PAUD Basmallah Presschool, Ifa Yuliantari kepada linggaupos.co.id.

Ia menjelaskan, anak-anak diajarkan untuk mengucapkan selama, bersalama dengan guru sebelum masuk dan keluar sekolah. Kemudian, mereka juga diajarkan adab makan dan minum, hafalan surat pendek, doa sehari-hari, hadist, sholat yang aplikasi dalam setiap hari disekolah.

Lanjutnya, mereka juga  melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan sesuai tubuh kembang anak seperti memberikan edukasi sesuai tingkat usia. Mulai dari segi fisik, motorik dan kognitif semuanya harus sesuai usia anak, jadi ketika mereka mengikuti pembelajaran tidak harus kehilangan moment bermainnya.

“Kegiatan belajar mengajar, tidak harus belajar didalam kelas saja. Terkadang juga belajar diluar kelas, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tidak bosan dengan begituh visi sekolah dapat terwujud,” ungkapnya.

Selain itu, PAUD Basmallah Presschool juga memiliki visi membentuk generasi cerdas, kreatif, nandiri dan religius. Juga memiliki misi, yang mengembangkan potensi anak dengan menciptakan kondisi bermain yakni bermain efektif, kondusif serta konstruktif.

“Jadi untuk permain anak-anak ini, kita tidak asal-asalan atau bermain yang sia-sia saja. Ada sesuatu yang didapatkan, artinya mereka bermain sambil belajar seperti permainan meruncing yang mana selain membuat anak gembira juga melatih motorik halus anak. Permainan yang diberikan, juga singkron dengan perkembangan anak,” jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk permainan yang kondusif yakni permainan yang tidak berbahaya dan membuat anak merasa aman dan nyaman. Biasanya permainan, dilakukan di outdoor dan sebelum bermain pihak sekolah terlebih dahulu kondisi tempatnya, berbahaya atau tidak untuk anak bermain. Hal tersebut dilakukan, agar mereka dapat bersenang-senang tanpa adanya tekanan.

“Untuk permainan konstruktif,  yakni permianan yang bisa membantu membangun perkembangan mereka,sehingga mereka dapat berpikir konstruktif dan kritis. Seperti permainan, balok dan lego,”tutupnya.(*)

Rekomendasi Berita