oleh

Patroli Cyber Awasi Medsos

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar
“Saya menghimbau kepada pengguna Medsos dan warga yang pegang smartphone, bijaksanalah menggunakan alat itu. Dulu mulutmu harimaumu sekarang jarimu sel (penjara) mu….”

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Menjelang masa kampanye Pilkada Lubuklinggau 2018, Polres Lubuklinggau melakukan persiapan khusus. Termasuk melatih 25 anggota polisi untuk menjadi Tim Patroli Cyber. Yang nantinya khusus mengawasi proses kampanye melalui media sosial (Medsos).

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar saat dibincangi usai menghadiri penandatanganan prasasti RS Siloam Silampari, Senin (22/1) membenarkan itu.

“Iya, saat ini kami sedang mempersiapkan peningkatan kapasitas dan skill anggota. Jadi 27-28 Januari 2018 nanti mereka dilatih oleh tim khusus dari Polri. Nanti mereka dilatih bagaimana cara mengamankan barang bukti, mengungkap pelakunya, dan memenuhi unsur proses penyidikan pidananya. Ini kami lakukan, karena kami sangat butuh anggota yang punya kemampuan untuk mengawasi kampanye lewat Media Sosial (Medsos). Sebab, kami sangat menyadari kampanye saat ini kan nggak hanya dialogis dan monologis. Dan kampanye menggunakan Medsos sudah pasti juga dilakukan,” terang AKBP Sunandar.

25 Anggota Polisi ini nanti, perannya mengawasi akun-akun yang ada di Medsos. Pada dasarnya setiap tim kampanye itu nantinya akan melaporkan akun mana yang resmi (digunakan,red). Misalkan ada akun lain yang digunakan kampanye, namun di luar dari yang dilaporkan, artinya, kata Kapolres Akun tersebut bodong.

Ia memastikan, ketika ada akun yang melakukan black campign akan sangat mudah terdeteksi. Sebab tim Patroli Cyber ini tugasnya mengumpulkan dan mengawasi. Sehingga, kata Kapolres, pengamanan kampanye yang dilakukan Tim Polres Lubuklinggau tidak hanya siaga di lapangan. Tapi ada juga pengamanan kampanye mengawasi Medsos.

“Patroli cybernya itu tetap kita perkuat. Saat ada black campign, kami langsung koordinasi dengan Panwaslu Lubuklinggau. Jika terpenuhi unsur pelanggarannya, dan ternyata pemilik akun benar tim sukses, langsung kita proses. Berpedoman pada Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi serta Transaksi Elektronik (ITE),” jelasnya.

Bahkan, kata Kapolres, potensi kerawanan terbesar saat kampanye itu di Medsos. Dan Kapolres mengingatkan, ketika seseorang melakukan hal-hal yang melanggar UU ITE melalui akun Medsosnya bisa diselidiki oleh Tim IT Patroli Cyber.

“Walaupun akunnya bodong. Misalkan akun itu pernah meng-update status ungkapan kebencian pasti terungkap. Karena pada prinsipnya, lebih sulit mengungkap kasus curat dibanding kejahatan teknologi. Terutama kejahatan Medsos. Sebab data di handphone dan Medsos itu, sekalipun di-delete (hapus), tetap bisa diangkat lagi. Jadi memang tidak semua orang mengerti hal ini. Orang-orang forensik yang ngerti ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kapolres menghimbau kepada pengguna Medsos dan warga yang pegang smartphone, bijaksanalah menggunakan alat itu. Dulu mulutmu harimaumu sekarang jarimu sel (penjara) mu.(05)

Komentar

Rekomendasi Berita