oleh

Pasutri Dilaporkan ke Bareskrim

LINGGAU POS ONLINE, TUGUMULYO – Eriyel Efendi (49) warga Desa Kalibening Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura melalui adiknya Afrizal (45) warga Dusun 6 Desa A Widodo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura, melaporkan ADY dan RM ke Bareskrim Mabes Polri.

Pasutri warga Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo ini dilaporkan Afrizal atas pelaporan palsu dan keterangan palsu.

Eriyel Efendi melalui Afrizal saat mengunjungi Graha Pena Linggau Pos, pukul 17.45 WIB, Minggu, (9/9).

Menceritakan Peristiwa yang membuatnya melaporkan ADY dan RM bermula pukul 16.30 WIB, 20 Februari 2018 saudara ADY dengan sengaja datang dan membawa kayu, lalu masuk kedalam toko milik Eriyel dan memukuli Eriyel dengan kayu dan memukul bibir Eriyel.

Kemudian, pada hari yang sama Eriyel melaporkan perbuatan ADY ke Polsek Tugumulyo, dan ADY langsung ditangkap dan ditahan di Polsek Tugumulyo. Setelah melalui proses hukum yang panjang, 6 Juni 2017, Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau menjatuhkan putusan pidana penjara terhadap ADY selama satu tahun dengan dipotong masa tahanan.

Merasa tidak terima, bahwa suaminya ADY, dilaporkan ke Polsek Tugumulyo, RM juga melaporkan Eriyel Efendi ke Polsek Tugumulyo, atas tuduhan penganiayaan terhadap ADY. Namun laporan RM ditolak oleh Polsek Tugumulyo dengan alasan bahwa perkara Eriyel sebagai korban sudah selesai.

Tak cukup sampai di situ, RM, pada 27 Februari 2017, melaporkan kembali Eriyel Efendi ke Polres Musi Rawas, dan laporan RM diterima di Polres Mura, kemudian Eriyel dijadikan tersangka.

Lalu Eriyel menjalani proses hukum dan menjadi tahanan pada 31 Januari 2018 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lubuklinggau hingga menunggu keputusan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau.

Pada 12 April 2018, Hakim memutuskan dan menyatakan bahwa terdakwa Eriyel Efendi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan ke satu pasal 351 ayat (1) KUHP dan dakwaan ke dua pasal 335 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Atas perbuatan RM yang sudah memfitnah Eriyel telah membuat istri dan anaknya menderita lahir dan batin, bahkan dari segi materi dan ekonomi Eriyel sudah sangat dirugikan” kata Afrizal

Afrizal menambahkan, selama menjalani proses hukum sebagai tersangka dan menjadi tahanan atas laporan palsu RM, nama baik Eriyel tercemar dan membuatnya serta keluarga besarnya menjadi malu di tengah masyarakat.

“Eriyel dan keluarga besar tidak senang atas perbuatan RM yang telah membuat keluarga Eriyel menderita dan teraniaya, serta sudah menghancurkan dan merugikan kami,” katanya.

Lanjutnya, kakak saya Eriyel, mengalami trauma berat, psikologisnya terganggu dan beban mental yang ditanggung dan dirasakan keluarga besar Eriyel, atas perbuatan itulah, RM saya laporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Laporan Afrizal telah diterima melalui surat laporan dengan nomor : STTL/432/IV/2018/BARESKRIM tanggal 26 April 2018, dan laporan tersebut juga telah diterima Direktur Reserse Kriminal umum Polda Sumsel pada 23 Mei 2018.

Akhirnya, 8 September 2018, surat panggilan terhadap SM dan ADY telah diantar ke Kasi Pemerintahan Desa F Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura tempat terlapor tinggal.

“Sabtu kemarin, surat panggilan dari Polda Sumsel untuk SM sudah saya antar, dan diterima oleh Kasi Pemerintahannya,” tutup Afrizal. (cw1)

Rekomendasi Berita