oleh

Pasukan Jinak Segera Miliki Sekretariat

Sosialisasi Jihad Anti Narkoba

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Lubuklinggau menggandeng beberapa lembaga gencar sosialisasi Jihad Anti Narkoba. Ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau memerangi narkoba.

Laporan Peny Anggraini, Air Kuti

SOSIALISASI Jihad Anti Narkoba (Jinak) sudah dilakukan di tiga kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dan Selasa (10/4) kegiatan ini diadakan di halaman Kantor Camat Lubuklinggau Timur I. Tepatnya di Kelurahan Air Kuti, dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Ada lima narasumber dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Panglima Jihad Solihin, Kasi Rehabilitasi BNN Kota Lubuklinggau, Hera, perwakilan Polres Lubuklinggau Bidang Narkoba, M Dadang Sunandar, Kasi Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Lubuklinggau, Wahyu Rohaima, dan perwakilan Kemenag Kota Lubuklinggau, Hasbi Mustofa.

Dengan peserta lebih kurang 500 orang terdiri dari pasukan Jinak, pelajar, dan masyarakat setempat. Materi pertama disampaikan oleh Kasi Rehabilitasi BNN Kota Lubuklinggau, Hera.

Hera menjelaskan berbagai jenis narkoba, dan dampak yang timbul jika menggunakannya. Menurut Hera, BNN tidak bisa bekerja sendiri dalam memberantas narkoba. Dibutuhkan peran serta semua lapisan. Berbeda dengan perwakilan Polres Lubuklinggau Bidang Narkoba, M Dadang Sunandar, yang menyatakan bahwa narkoba ada tiga sumber. Diantaranya alam, alam kimia, dan kimia.

“Yang namanya narkoba tidak ada sisi positifnya, di semua aspek berpengaruh jelek. Baik sosial, ekonomi, maupun keimanan,” cetus Dadang.

Selanjutnya materi disampaikan perwakilan Kemenag Kota Lubuklinggau, Hasbi Mustofa yang mengatakan salah satu cara menghindari narkoba dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Memerangi narkoba salah satu jihad, yang tidak perlu memakai senjata tapi hanya tenaga, dan mau berbagi ilmu pengetahuan. Berbeda dengan Wakil Panglima Jihad Narkoba, Solihin menegaskan untuk memerangi narkoba dibutuhkan kepedulian dengan kegiatan nyata. Salah satunya melalui sosialisasi seperti ini, jika semua elemen cuek maka dampaknya sangat besar bisa-bisa negara bisa hancur karena narkoba.

Salah satu contoh nyata runtuhnya Dinasti Qing pada tahun 1836 Masehi yang dikenal dengan ‘Perang Candu’.

Pada masa itu Cina negara yang makmur dengan Sumber Daya Alam (SDA) kualitas dunia, tapi Cina tidak melakukan perdagangan bebas. Untuk menjatuhkan Cina sekutu menggunakan cara menyelundupkan narkoba.

Perlahan semua kalangan termasuk petinggi Cina kecanduan akan narkoba, sehingga tidak peduli dengan urusan negara hal ini dimanfaatkan sekutu untuk menjatuhkan Cina. Salah satunya dengan menyewakan Hongkong dengan Inggris, dan Cina tidak berhak menghukum warga Inggris jika melakukan tindak kriminal di Cina.

“Dan hal ini jangan sampai terjadi di Indonesia makanya ini menjadi tugas kita bersama. Saya mengapresiasi keberhasilan BNN beberapa waktu lalu menangkap 1 ton sabu. Kita sepakat bandar narkoba harus disanksi tegas, karena aktivitas mereka menghancurkan generasi muda,” tegas Solihin.

Ditambahkan Solihin, dibentuknya Pasukan Jihad Narkoba langkah nyata Pemkot Lubuklinggau memerangi narkoba. Setiap RT ada 10 orang tergabung dalam Pasukan Jihad Narkoba, dengan hal ini minimal 10 orang bersih dari narkoba.

“Pasukan Jihad Narkoba juga harus aktif memberikan informasi ke pihak berwajib jika ada indikasi-indikasi transaksi narkoba, atau penggunaan narkoba. Bentuk dukungan pemerintah, Pasukan Jihad Narkoba akan dibangunkan sekretariat dan dalam waktu dekat akan diadakan Diklat, memerangi narkoba ini tugas kita bersama,” cetus Solihin.

Kasi Penyakit Tidak Menular Dinkes Kota Lubuklinggau, Wahyu Rohaima mengaku dibutuhkan dukungan moril bagi pecandu untuk setop narkoba. Selain itu peran orang terdekat untuk selalu mengingatkan bahayanya narkoba.

“Pergaulan anak harus selalu dipantau, jika anak terlanjur menggunakan narkoba dibutuhkan dukungan moril agar anak benar-benar mau berhenti,” ungkapnya.

Terpisah, Kadispora Kota Lubuklinggau, H Surya Darma menegaskan bahwa kegiatan ini bentuk kekhawatiran pemerintah akan dampak narkoba bagi generasi muda. Kegiatan ini untuk menyadarkan masyarakat bahaya narkoba, jaga suami, istri, anak untuk menjauhi narkoba.

Menurut Surya Darma, masing-masing kelurahan akan ada satu orang pasukan jihad yang akan mengikuti Diklat. Kedepan Pasukan Jihad akan dibangunkan Sekretariat, tugas mereka untuk memberikan penyuluhan, menampung aspirasi di kelurahan masing-masing.(*)

Rekomendasi Berita