oleh

Pastikan Kecukupan Gizi Sejak Dini

RS Dr Sobirin Peringati Hari Gizi Nasional 2019

Rumah Sakit (RS) Dr Sobirin, Jumat (25/1 ) memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-59 tahun 2019. Kegiatan yang berlangsung di halaman RS itu mengusung tema “Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif”.

Laporan Afri Yadi, Lubuklinggau

“Bertepatan dengan momen itu, kami adakan konsultasi gizi gratis Jumat (25/1) sampai Rabu (31/10),” jelas Direktur RS Dr Sobirin, dr H RM Nawawi.

Konsultasi ini diadakan di Poli Rawat Jalan RS Dr Sobirin. Selain itu diadakan pula donor darah, dan penyuluhan kesehatan yang dilakukan PKRS, Psikolog RS Dr Sobirin, Tim PPI dan dokter kulit dan dimulainya pembukaan poli klinik dan kelamin.

Hadir dalam kegiatan kemarin, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Musi Rawas Femi Anggraini.SKM, M,Psi, Ketua Persagi Kota Lubuklinggau Yuliana,Skm, Poliklinik Kulit dan Kelamin dr dwi susanti, Sp.D.V, para dokter spesialis, pasien dan masyarakat Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan sekitarnya.

Dr Nawawi mengatakan kurang gizi yang dialami pada awal kehidupan juga berdampak pada peningkatan risiko gangguan metabolis yang berujung pada kejadian penyakit tidak menular pada usia dewasa seperti diabetes type II, stroke, penyakit jantung dan lainnya.

Salah satu kebijakan nasional dalam upaya perbaikan gizi masyarakat tertuang dalam Undang-Undang (UU) No.36 Tahun 2009 bahwa upaya perbaikan gizi ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perorangan dan masyarakat. Untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kepedulian serta komitmen seluruh elemen masyarakat tentang sadar gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan untuk mencapai bangsa sehat berprestasi.

Nawawi menambahkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya keluarga sadar gizi dengan konseling dan penyuluhan kesehatan, melakukan promosi terhadap pelayanan pasien di RS Dr Sobirin terutama poli penyakit kulit dan kelamin serta poli gizi di media massa.

Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Mura Femi Anggraini.SKM dalam sosialisasinya menyampaikan ahli gizi dibagi dalam dietisien dan nutrisionis. Untuk mendapatkan dietisien/nutrisionis dapat mengunjungi rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas klinik), komunitas kesehatan, instansi terkait kesehatan, industri makanan dan farmasi, perguruan tinggi kesehatan, tempat olahraga dan kebugaran freelance. (*)

Rekomendasi Berita