oleh

Pasien RS Keluhkan Biaya Ambulance

LINGGAU POS ONLINE, PASAR PEMIRI – Pelayanan Rumah Sakit (RS) Sobirin Kabupaten Musi Rawas (Mura) dikeluhkan keluarga pasien, Relly (26). Warga Desa Muara Nilau, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura itu terkejut saat harus membayar biaya untuk mengantarkan jenazah neneknya ke rumah duka.

“Nenek saya Ifa (80) menderita hipertensi yang dirawat sejak Rabu (18/7) di ruang ICU RS Sobirin Kabupaten Mura. Nenek saya berobat pakai Kartu Indonesia Sehat (KIS), lalu pukul 08.00 WIB Rabu (25/7) kemarin, meninggal dunia,” terang Relly kepada Linggau Pos, Selasa (30/7).

Keluarga Relly membawa jenazah Almh Ifa menggunakan mobil Ambulance RS Sobirin untuk dimakamkan di Desa Muara Nilau, Kecamatan Selangit.

Sebelum berangkat, Relly dimintai uang Rp 150 ribu, oleh seorang sopir mobil Ambulance bernama Jon (31) dengan alasan membeli minyak mobil.

Setelah sampai di Desa Muara Nilau, Kecamatan Selangit Jon minta uang tambahan Rp 500 ribu. Relly bingung, kenapa ada uang transportasi sebesar itu, padahal ia menggunakan kartu KIS.

Relly tidak senang atas kejadian itu, dan langsung mengonfirmasi ke RS Dr Sobirin. Pihak RS Sobirin pun mengakui, jika pasien menggunakan kartu KIS itu tidak dipungut biaya apapun alias gratis.

Menurut Relly, KIS itu diberikan oleh pemerintah bertujuan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

Namun, apa yang terjadi di RS Sobirin ini masyarakat malahan dibebankan biaya transportasi ambulance Rp 650 ribu.

“Kalau kejadian seperti ini dibiarkan, maka akan banyak korban yang mengalaminya. Karena banyak masyarakat awam yang takut melapor,” beber Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kecamatan Selangit ini.

Menurut Relly, tujuan dirinya mengungkapkan permasalahan ini agar diketahui masyarakat, jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum pegawai RS seperti yang dialaminya.

“Saya bukan mempersoalkan masalah yang sudah ada kejelasannya namun ini untuk pelajaran bagi masyarakat lain jangan sampai dimanfaatkan, tampaknya memang ada oknum yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur RS Dr Sobirin, dr RHM Nawawi saat di konfirmasi mengatakan, ia meminta maaf atas kesalahan pelayanan yang diberikan oleh pegawainya.

Dikatakannya, memang kalau pasien menggunakan KIS itu mobil ambulancenya sudah dibebankan. Menurut HM Nawawi, kemungkinan sopir itu tidak mengetahui kalau pasien bernama Ifa menggunakan KIS.

“Kami meminta maaf atas kesalahannya, dan nanti uang yang sudah diambil oleh sopir tersebut akan dikembalikan ke pasien,” kata Nawawi. (04)

Rekomendasi Berita