oleh

Pasca Operasi Tangkap Tangan di RM Pagi Sore, Sempat Diinterogasi di Depan Umum

Kehebohan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPU BM) Kabupaten Muratara masih terngiang jelas dalam ingatan Manager Rumah Makan (RM) Pagi Sore, Adnan Zuhri.

Laporan Sulis, Megang

“MEMANG saya tidak tahu detailnya bagaimana OTT itu. Namun kejadian Selasa (14/11) malam benar-benar menggegerkan. Kebetulan pelanggan dari PO Bus SAN Travel sedang mampir. Jadi pengunjung memang banyak,” ungkap Adnan Zuhri mengawali perbincangan, kemarin.

Mengenakan kemeja biru khas RM Pagi Sore, Adnan menuturkan sepanjang perjalanannya menjadi pengelola rumah makan, baru pertama kali mengalami kejadian seperti itu.

Bahkan, Adnan sempat dibuat bingung. Sebab tiba-tiba selepas magrib lebih dari tiga orang anggota polisi mengenakan pakaian preman menanyakan keberadaannya.

“Saya Salat Magrib di atas. Saat turun mereka memastikan saya managernya. Lalu dia bilang kalau dari Tipikor Polda Sumsel dan menunjukkan Sprindik dari Polda. Saya percaya, namun setelahnya banyak pertanyaan muncul di pikiran saya waktu itu,” terang Adnan.

Tim dari Polda tersebut langsung meminta Adnan menunjukkan ruang pengecekan Circuit Closed Television (CCTV) di lantai 2. Dan Adnan sempat melontarkan beberapa pertanyaan terkait permintaan tim dari Tipikor Polda Sumsel itu.

“Mereka kan minta men-playsback rekaman dari CCTV channel 15 yang menyorot pintu utama keluar masuk pelanggan. Sembari mengecek itu, saya tanya apa ada yang salah dengan layanan yang kami berikan, atau menunya, atau terjadi jambret di halaman RM. Mereka hanya diam dan tetap mengecek data di CCTV,” terang Adnan.

Proses pengecekan data itu berlangsung lebih dari 15 menit. Setelahnya tim dari Polda meminta kepada Andan untuk meminjamkan receiver CCTV untuk memantau 16 titik di RM Pagi Sore tersebut. Adnan lalu membuat berita acara serah terima sebanyak dua lembar tulis tangan.

“Usai serah terima receiver itu, kami minta peminjaman jangan sampai lebih dari tiga hari. Karena seperti hari ini (kemarin,red) kami kewalahan dalam melakukan pengawasan baik di dalam maupun di luar rumah makan,” kata warga asli Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas ini.

Saat Adnan dan anggota turun ke lantai 1, ia hanya melihat kerumunan di meja utama dekat kasir.

“Jadi tersangka ini setelah makan di meja dekat Sungai Kelingi, jalan santai ke luar. Setelah ambil bill dan bayar di kasir langsung ditangkap. Memang saat penangkapan tidak langsung dibawa ke dalam mobil. Tersangka sempat diinterogasi di dalam rumah makan, di meja dekat kasir itu,” jelas bapak yang sejak awal 2015 memimpin RM Pagi Sore ini.

Adnan mengatakan, dirinya tidak tahu secara pasti posisi tas apakah di tangan tersangka atau di dalam mobil.

“Kami tidak tahu semuanya dengan detail. Yang pasti kejadian ini cukup mengagetkan kami,” imbuhnya.

Sebelum penangkapan itu, kata Adnan, menurut penuturan karyawannya security sempat ngobrol dengan anggota dari Polda Sumsel. Mereka menanyakan kebenaran apakah security ini karyawan RM Pagi Sore atau bukan.

Beberapa anggota lagi memang ada di dalam dan di lokasi dekat tersangka makan.

“Sekitar 15 orang lah. Setelah diinterogasi di depan umum dalam rumah makan, tak berapa lama tersangka langsung digiring ke dalam mobil Innova putih. Kalau perlawanan dari tersangka nggak ada sepertinya,” ungkap Adnan.

Kejadian ini sudah dilaporkannya kepada atasan RM Pagi Sore. Sebab, receiver CCTV sempat dibawa.

“Ya sudah kami laporkan. Beliau pesan kami tidak perlu takut. Tapi tetap utamakan pelayanan saja. Masalah pelanggan, ya kita terima semua,” jelas Adnan.
(*)

Komentar

Rekomendasi Berita