oleh

Pasar Tebing Masih Semrawut

LINGGAU POS ONLINE – Kondisi parkiran di Pasar Tebing Tinggi Empat Lawang masih dinilai semrawut, bahkan tidak jarang menjadi penyebab kemacetan. Semrawutnya lokasi parkir ini, juga disebabkan adanya aktivitas bongkar muat.

Bahkan yang sering ditemukan aktivitas bongkar muat, di salah satu mini market di pasar tengah.

“Hampir setiap hari pasti macet di Pasar Tebing Tinggi. Kondisi jalannya sudah sempit ditambah parkiran yang semrawut,” ungkap Mulkan salah seorang pengendara, Sabtu (11/8).

Ia mengaku saat ini biaya parkir di Pasar Tebing Tinggi masih mahal dibandingkan kabupaten kota tetangga. Ditambah dalam pengelolaannya, terkesan tidak ada aturan pasti mengenai parkir.

“Setahu saya di Lahat dan Lubuklinggau parkir hanya Rp1.000. Tapi di tebing ini di kasih uang Rp dua ribu tidak ada kembalinya,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Empat lawang, Rapani melalui sekretaris, Mauluddin mengatakan juru parkir (Jukir) yang terdata dan resmi di Pasar Tebing Tinggi dibekali rompi dan menggunakan karcis.

“Saat ini Jukir yang resmi dibawah pengawasan Dishub berjumlah 13 orang. Kalau ada Jukir yang tidak dilengkapi rompi dan tidak memberikan tiket maka itu dipastikan Jukir ilegal,” ungkapnya.

Untuk biaya parkir sendiri lanjut Mauluddin, sudah di tetapkan untuk motor Rp1.000 dan mobil Rp2.000.

“Kalau banyak keluhan masyarakat nanti kita akan panggil Jukir tersebut, dan akan kita berikan pembinaan,” tegasnya. (key)

Rekomendasi Berita