oleh

Partisipasi Tinggi dan Zero Konflik

KPU Lubuklinggau Targetkan Jadi ‘Kiblat’ Pilkada

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau menargetkan bisa jadi barometer pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Apa kiat yang mereka lakukan?

Laporan Aan Sangkutiyar, Kayu Ara

PILKADA Serentak 2018 diikuti 171 daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Meski demikian, KPU Kota Lubuklinggau menargetkan pelaksanaan yang dilakukannya dalam Pilkada Serentak 27 Juni 2018 mendatang itu jadi yang terbaik. Target ini harus dicapai demi kemajuan Lubuklinggau.

Untuk tahu seperti apa upaya yang sudah dilakukan KPU Lubuklinggau agar bisa mencapai target tersebut, Jumat (20/4) sekira pukul 10.00 WIB saya sengaja datang ke KPU Lubuklinggau. Tepatnya di Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Saya langsung menemui Ketua KPU Kota Lubuklinggau, Efriadi Suhendri. Pria yang dikenal selalu berpenampilan rapi itu menuturkan sampai saat ini tahapan demi tahapan yang sudah dilakukan penyelenggara dan berjalan dengan baik. Mulai dari masa pendaftaran, penetapan, hingga kampanye tidak ada kendala yang berarti.

“Alhamdulillah, semua tahapan berjalan dengan baik,” kata bapak yang karib dipanggil Eef itu.

Menurut Eef, memang tidak mudah untuk jadi penyelenggara terbaik se-Indonesia butuh kerjasama yang baik antara penyelenggara, yakni KPU dan Panwaslu dengan peserta Pilkada, mulai dari Partai Politik (Parpol) pengusung, hingga Tim Sukses (Timses) dan relawan dari masing-masing kandidat.

“Memang bukan perkara mudah, tapi semua memiliki komitmen yang sama, bukan sesuatu yang luar biasa kalau penyelenggaraan Pilkada di Lubuklinggau jadi yang terbaik,” ungkapnya.

Apalagi, dilanjutkan Eef, komisioner beserta seluruh jajaran Sekretariat KPU Kota Lubuklinggau telah melakukan kerja keras dan kerja cerdas, dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih. Melalui sosialisasi ke lumbung pemilih, yakni lembaga pendidikan mulai dari SMA/Sederajat hingga Universitas dan Perguruan Tinggi, sampai ke lokasi marjinal seperti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lubuklinggau dan Lokalisasi Patok Besi.

Selain itu, sudah diagendakan sosialisasi di pusat keramaian, mulai dari Pasar Inpres hingga Pasar Satelit, yang akan dilanjutkan dengan sosialisasi di Car Free Day (CFD). Di situ, akan dilakukan pembagian alat sosialisasi berupa stiker kepada masyarakat yang berpotensi sebagai pemilih. Dengan begitu, ditargetkan angka partisipasi pemilih sebesar 80 % dan menjadi partisipasi tertinggi dan terbaik.

“Semua kita lakukan demi nama baik bersama, sebab kalau sampai prestasi sebagai yang terbaik itu diperoleh, Lubuklinggau akan dijadikan tempat studi banding penyelenggara di wilayah lain. Jelas, ini memiliki efek yang sangat positif, untuk masyarakat Lubuklinggau,” jelasnya. (*)

Rekomendasi Berita