oleh

Partai Baru Tak Asal-asalan

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Genderang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 tampaknya mulai ditabuh. Sejumlah partai baru pun menyatakan siap ‘tarung’. Sebagaimana diungkapkan Ketua DPD Partai Berkarya Kota Lubuklinggau, Syaiful Efendi. Ia menyatakan target Partai Berkarya meraih satu kursi setiap Daerah Pemilihan (Dapil).

“Saat ini, kami sudah melakukan penjaringan Bacaleg. Salah satu upaya kita mencapai target, ya jangan salah memilih Bacaleg. Saat perekrutan, tidak dilakukan asal-asalan. Dicari Bacaleg yang betul-betul mumpuni, dan dikenal oleh masyarakat. Sehingga bisa meraup suara terbanyak,” ungkap Syaiful.

Selain target satu Dapil satu kursi, mereka juga diingatkan DPP untuk merebut ranking partai. Syaratnya, ya harus meraup suara sebanyak-banyaknya.

“Ketika kita masuk ranking, artinya ada kader kita yang mampu merebut kursi. Untuk itu kuncinya, kita perkuat di Bacaleg kita. Untuk target ini, kita optimis,” tegasnya.

Sementara Ketua DPC Partai Persatuan dan Kesatuan Indonesia (PKPI) Lubuklinggau, Sambas menjelaskan kalau enam bulan lalu Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari PKPI di Lubuklinggau sudah bergerak. Mereka, sudah menyampaikan visi dan misinya ketika terpilih menjadi legislator pada 2019-2024 mendatang.

Menurut Sambas, hal itu memang harus dilakukan, karena sudah di targetkan setiap Daerah Pemilihan (Dapil) harus ada wakil PKPI yang terpilih.

“Target kita satu Dapil satu kursi, bukan tidak mungkin ada yang dua. Sebab, Bacaleg kita sudah bergerak sejak enam bulan lalu,”kata Sambas, Jumat (27/4).

Selain itu, dilanjutkan Sambas, dirinya juga siap menyokong para Bacaleg dalam melakukan sosialisasi, karena ia nyalon DPR RI Dapil Sumatera Selatan (Sumsel) I.

“Saya maju sebagai calon anggota DPR RI Sumsel satu. Jadi, semua lini harus bergerak demi memenangkan target yang sudah dicanangkan itu,”jelas Sambas

Sementara itu Pengamat Politik, DR Joko Siswanto mengatakan kalau partai baru pun berpeluang dalam Pileg 2019 mendatang. Asalkan dua modal utama, mereka miliki.

“Yakni partai yang berawal dari organisasi dan memiliki massa. Banyak contoh dari partai sebelumnya, seperti Partai NasDem dari Ormas, PKB dari NU atau PAN dari Muhammadiyah. Kedua, ada figur yang populer. Terutama pada figur Ketumnya. Ketika dua modal ini ada, ditambah kerja keras saat sosialisasi, saya kira mereka berpeluang,” ungkap Joko.

Lalu akan kebalikannya, yakni berpeluang kecil ketika mereka sebagai pendatang baru tidak memiliki Ketum yang populer.

“Kita lihat Gerindra ada figur Prabowo, Demokrat ada SBY. Mereka partai baru di era reformasi, bisa berkembang,” lanjutnya.

Ketika semua terpenuhi dan dilakukan, maka partai baru peserta Pemilu 2019 patut diperhitungkan oleh partai lama.

“Untuk itu, partai lama pun harus tetap menjaga kekuatan partainya. Dimana, kekuatan partai ada di kader serta program mereka. Bagaimana kader mereka mengembangkan partai, serta visi misi atau ideologi partai yang pro rakyat,” tambahnya.(13)

Rekomendasi Berita