oleh

Parkir Berbayar, Kehilangan Kendaraan Ternyata Tanggung Jawab Pengelola Parkir

LINGGAU POS ONLINE – Pengelola parkir progresif atau berbayar, tidak bisa melepaskan tanggung jawab, ketika ada kendaraan yang diparkirkan hilang. Karena kehilangan sudah menjadi tanggung jawab dari pengelola parkir.

Hal ini seperti ditegaskan Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Lubuklinggau, H Nurussulhi Nawawi dalam pertemuan dengan beberapa pihak pengelola parkir, Rabu (20/11/2019) di ruang sidang BPSK Lubuklinggau.

Dijelaskannya, adanya tulisan di kertas parkir milik pengelola parkir berbayar, yakni pengelola jasa parkir tidak bertanggung jawab atas kehilangan dan kerusakan kendaraan selama konsumen memanfaatkan sewa lahan parkir, wajib dilaporkan konsumen ke BPSK.

“Kami himbau konsumen membawa bukti struk parkir dan melaporkan pelaku usaha pengelola jasa parkir tersebut, kepada BPSK,” ia mengatakan.

Menurutnya, tindakan kosumen dibenarkan sesuai dengan amanat Undang-undang RI No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Serta BPSK diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan.

“Karena juga harus diketahui. Ketika pengelola parkir mewajibkan konsumen membayar jasa parkir. Maka sudah menjadi sebuah kewajiban yang mengikat, pengelola parkir memberikan pelayanan kepada konsumennya. Bahwa, kehilangan dan kerusakan kendaraan‎ konsumen selama pemanfaatan jasa parkir, sepenuhnya merupakan tanggung jawab pelaku usaha pengelola parkir,” ia mengatakan.

Selain itu ditegaskannya, “Parkir merupakan hak atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan  dalam  mengkonsumsi barang dan jasa,” tambahnya.

Peraturan yang dibuat oleh pelaku usaha, ditambahkan Ketua BPSK, merupakan peraturan sepihak dan tidak berhadapan dengan konsumen. “Sebab itu peraturan itu dibuat sepihak, maka setuju atau tidak setuju ketika konsumen masuk ke lahan parkir pelaku usaha, maka harus tunduk terhadap peraturan perusahaan. Padahal, peraturan sepihak itu yang dilarang pemerintah, sebab ketika aturan itu dibuat sepihak dan merugikan konsumen,” ia mengatakan.

Kemudian, ia juga meminta kepada seluruh pelaku usaha parkir berbayar, mencantumkan nomor telepon keluhan pelanggan. Kemudian pelaku usaha yang menyediakan lahan parkir gratis, juga harus memberikan himbauan kepada konsumen.

Hadir dalam pertemuan tersebut, beberapa pihak yang memiliki lahan parkir, diantaranya Alfamat, RS dr Sobirin, RS AR Bunda, JM Linggau, Bank Mandiri, Bandara Silampari, Lippo Plaza dan Indomaret. (*)

Rekomendasi Berita