oleh

Panwaslu Goes To Campus

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Panwaslu Kota Lubuklinggau kerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) Lubuklinggau. Kerjasama ini untuk menekan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada).

Ketua Panwaslu Kota Lubuklinggau, Mirwan Jaya Husen mengatakan peningkatan pengawasan mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota dan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Berdasarkan UU itu Bawaslu memiliki kewenangan menyelesaikan setiap indikasi pelanggaran pemilu, dan itu sudah terbukti dengan lolosnya Partai Berkarya dan Garuda sebagai peserta Pemilu 2019.

Dalam kegiatan mengusung tema “Panwas Goes To Campus” diberikan pencerahan kepada para mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pelaksanaan Pilkada. Dikarenakan minimnya jumlah personel yang dimiliki Bawaslu Sumsel, maupun Panwaslu Kota Lubuklinggau dalam melakukan pengawasan terhadap Pilkada.

Menurt Mirwan, partisipasi mahasiswa memang sangat diharapkan untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran di Pilkada. Maka, melihat antusiasnya para mahasiswa yang hampir mencapai 1.000 orang membuat Mirwan merasa bersemangat, dan yakin bila Pilkada serentak 2018 di Kota Lubuklinggau akan berjalan aman, damai dan kondusif.

“Mahasiswa adalah garda terdepan tegaknya demokrasi sehat, karena memiliki nilai intelektual yang tinggi. Maka, berkewajiban untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” katanya kepada Linggau Pos.

Hal yang sama disampaikan komisioner Bawaslu Sumsel, Iin Irianto. Ia menjelaskan partisipasi semua pihak, terutama mahasiswa berguna untuk mencegah terjadinya indikasi pelanggaran di Pilkada serentak 2018. Mulai dari black campaing, money politic, keterlibatan ASN dalam kampanye Paslon, hingga intimidasi yang mungkin terjadi ketika dilakukannya proses pemungutan dan penghitungan suara.

Selain itu, para mahasiswa dan masyarakat juga dapat menghindari masuknya pemilih eksodus, yang menggunakan hak pilihnya di Pilkada serentak 2018.

Untuk diketahui, hadir pada acara ini, Komisioner Bawaslu Sumsel Iin Irianto, ketua STKIP-PGRI Lubuklinggau H Rudi Erwandi, Komisioner Panwaslu Lubuklinggau Mirwan, Bahusi, Mursyidi, Kepala Sekretariat Panwaslu Lubuklinggau Hendrik. Pawaslu Mura Oktureni serta seluruh Wakil Ketua STKIP dan dosen. (01)

Rekomendasi Berita