oleh

Panwascam Ajak Masyarakat Awasi Pilkada

LINGGAU POS ONLINE, PASAR SATELIT – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Lubuklinggau Utara II, Selasa (10/4) melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, Walikota-Wakil Walikota di Kantor Lurah Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utarta II.

Berdasarkan pantauan di lapangan, acara ini cukup meriah dan dihadiri oleh Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Kota Lubuklinggau Mursidi, Camat Lubuklinggau Utara II M Rozikin, Lurah Pasar Satelit Ari Chandra Jaya, Kepala Sekretariat Panwascam Lubuklinggau Utara II Nopiansyah Arha. Serta Komisioner Panwascam Lubuklinggau Utara II Mardiana, Bahori, Jhoni Franata, Staf, PPL, masyarakat hingga mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

Menurut Ketua Panwascam Lubuklinggau Utara II, Mardiana peran dari semua elemen masyarakat dalam rangka pengawasan sangat penting, agar proses demokrasi sesuai dengan prinsip demokrasi, yakni berkualitas dan berintegritas.

Hal itu, dikarenakan minimnya jumlah personel dan masih banyaknya indikasi pelangaran yang dilakukan oknum-oknum yang mencoba untuk menciderai pesta demokrasi. Jadi, ketika melihat ada indikasi pelanggaran, hendaknya masyarakat segera melapor, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

“Jangan takut melapor, identitas kalian tidak akan kami buka di muka umum, atau jadi rahasia kami,” jelasnya.

Hal yang sama, Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Kota Lubuklinggau Mursidi. Bahkan, dirinya menilai langkah sosialisasi yang dilakukan Panwascam cukup efektif, dalam rangka mencegah terjadinya indikasi pelanggaran. Sebab, ada kemungkinan orang yang melakukan pelanggaran, akibat ketidaktahuannya dengan aturan.

“Harapan kami, kepada peserta sosialisasi dapat menyampaikan dan menyebarluaskan Tupoksi Panwaslu dan Panwascam,” jelasnya.

Bahkan, Camat Lubuklinggau Utara II M Rozikin menyampaikan petugas pengawas pemilihan, mulai dari Panwascam hingga PPL tidak akan bisa melakukan pengawasan terhadap 28.000 masyarakat yang ada di Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Idealnya, satu orang mengawasi 20 sampai 30 orang. Jadi, kalau satu orang mengawasi 300 sampai 400 orang, bisa mati berdiri,” jelasnya.

Maka, dilanjutkannya, dibutuhkan peran serta semua pihak dalam menyikapi ini, sehingga Pilkada serentak 2018 dapat berjalan sesuai dengan yang sudah diharapkan secara bersama. (01)

Rekomendasi Berita