oleh

Panti Jompo Butuh Perhatian

LINGGAU POS ONLINE– Pasca diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), kepengurusan Panti Jompo Tresna Werda sepenuhnya di-hendle Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel. Termasuk Panti Jompo Tresna Werda Budi Luhur Kota Lubuklinggau. Meskipun sudah diambil alih Pemprov Sumsel, hingga saat ini Panti Jompo di Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I belum dilakukan perbaikan. Terlihat, sebagian dari 10 gedung yang ada, sudah tidak memadai lagi.

Koordinator Panti Jompo Tresna Werda Kota Lubuklinggau, Lely kepada wartawan, Minggu (16/6) mengatakan saat ini ada 32 lansia di panti jompo yang dikelolanya. Para lansia yang didominasi laki-laki itu berasal dari beragam kabupaten/kota dalam maupun luar Provinsi Sumsel.

Sampai saat ini, terang Lely, pihak Pemprov Sumsel tidak menganggarkan kegiatan tertentu, dana yang ada hanya untuk operasional dan makan minum saja. Namun, Lely berinisiatif setiap Jumat pagi mengadakan senam bersama dan Jumat sore ada tausiyah. Selain rehab gedung, Tresna Werda Budi Luhur Kota Lubuklinggau juga membutuhkan ‘ompreng’ atau tempat makan baru dan peralatan masak. Mengingat ompreng di sini sudah tidak layak lagi.

Menurut Lely, anggaran makan seorang lansia Rp11 ribu untuk tiga kali makan, sarapan, makan siang dan makan malam. Sistem makannya, pengurus masak untuk makan penghuni panti. Ada enam petugas, baik untuk bersih-bersih, masak dan keamanan. Sementara Penghuni Panti Jompo G1 Mataram, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) mengeluh minimnya perhatian daerah atas kebobrokan kepengurusan panti asuhan yang mereka huni.

Padahal menurutnya, pemerintah seharusnya merasa terbantu dengan adanya panti yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat, mengingat Pasal 34 ayat 1 menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun, pada kenyataannya bahwa bantuan dari pemerintah untuk keberlangsungan panti sangat minim, baik itu dari pemerintah pusat maupun daerah.

Seperti disampaikan Asim (50) Pengurus Panti Jompo G1 Mataram mengatakan kondisi panti dikeluhkan saat ini karena banyaknya bangunan rusak. Seperti WC, atap bocor, lantai pecah, kasur kurang, lemari kurang dan lainnya. Selain itu, banyaknya penghuni panti membuat panti tidak cukup menampungnya. Sehingga, ada beberapa penghuni panti saat tidur tidak kebagian tempat tidur. “Penguni panti saat ini berkisar 30 orang, berasal dari berbagai daerah. Seperti Lubuklinggau, Muratara, Empat Lawang, Jambi bahkan ada dari Pulau Jawa,” kata Asim.

Adapun dinding panti tersebut tidak terbuat dari batu bata, melainkan terbuat dari triplek. Sehingga, saat hujan tiba panti itu kebanjiran. “Berharap pemerintahan daerah dapat membantu, untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialami ini. Karena panti saat ini tidak layak huni lagi,” harapnya.

Sementara Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Gani Subit mengatakan kalau permasalahan panti jompo yang membutuhkan perawatan dan perbaikan, akan disampaikan ke Gubernur Sumsel, H Herman Deru. “Insya Allah, Senin (17/6) akan kita sampaikan terkait keluhan sarana dan prasarana panti jompo,” kata Gani Subit, Minggu (16/6).

Gani menjelaskan, panti jompo maupun aset lainnya masuk dalam kategori aset provinsi, memang harus difungsikan dan dikelola dengan maksimal, agar kegunaannya bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak. “Seluruh aset provinsi, harus dianggarkan oleh Pemprov Sumsel mulai perbaikan hingga pemeliharaan, agar aset tersebut tetap bisa difungsikan,” jelasnya.

Apalagi, aset panti jompo digunakan untuk menampung orang-orang tua yang sudah tidak mampu lagi bekerja, serta sudah tidak memiliki kerabat maupun keluarga, untuk merawatnya di rumah. Walaupun, ada beberapa penghuni panti jompo, yang diantar sendiri oleh para keluarganya, karena sudah tidak mampu lagi merawatnya di rumah. “Prinsipnya, panti jompo harus memiliki fungsi yang sangat mulia, dalam rangka menjaga, merawat dan memelihara orang-orang tua. Jadi, anggaran untuk mereka harus disediakan sesuai kebutuhan, agar para orang tua yang jadi penghuni panti jompo tidak terlantar,” jelasnya. (nia/dlt/aku)

Rekomendasi Berita