oleh

Pantau Kebocoran Pajak Parkir

LINGGAU POS ONLINE- Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Lubuklinggau, Tegi Bayumi melalui Kabid Pajak lainnya, Wawan menegaskan pihaknya terus lakukan pengawasan agar tidak terjadi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satunya, yang gencar mereka awasi kebocoran PAD dari sektor pajak parkir. Apalagi untuk pajak parkir tahun 2019 sebesar Rp800 juta. Target ini dinaikkan dari tahun 2018, yang hanya sebesar Rp450 juta.

Wawan menegaskan, antisipasi kebocoran sudah mereka laksanakan selama ini. Kalau untuk pelaku usaha yang sudah bekerja sama dengan pihak ketiga menggunakan alat, tingkat kebocorannya sedikit karena terpantau jelas oleh sistem. Yang perlu diantisipasi, mereka yang masih manual.

Apalagi berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 28 Tahun 2019 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, lalu Peraturan Daerah (Perda) Kota Lubuklinggau Nomor 7 Tahun 2019 serta Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 34 Tahun 2017, sistem pemungutannya dengan sistem Self Assessment, yakni Wajib Pajak diberikan kepercayaan untuk menghitung, memperhitungkan, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang terutang dengan menggunakan SPTPD.

“Mereka yang mengestimasi per bulan berapa pemasukan mereka dari parkir. Lalu dikalikan dengan tarif parkir yang ada, itu yang mereka setor ke kita. Sistem ini yang berpotensi ada kebocoran, makanya kita pantau mereka. Laporan mereka patut dicurigai ketika petugas kita melakukan pengawasan, dan dinilai laporan pajak parkir mereka sudah tidak sesuai maka kami berhak memeriksa pelaku usaha yang bersangkutan. Ini upaya kita meminimalisir kebocoran pajak parkir,” tegas Wawan.

Selain mengantisipasi kebocoran PAD dari pajak parkir, pihaknya juga terus mengoptimalkan penerimaan pajak parkir.

“Ya kita arahkan bagi pelaku usaha yang sudah menyediakan tempat parkir untuk patuh membayar pajak, khususnya mereka yang masih manual. Mengingat, di Lubuklinggau masih banyak pelaku usaha yang menggunakan sistem manual. Saat ini kita akui kepatuhan pajak parkir masih minim, ini yang terus kita optimalkan. Disamping secara perlahan, mereka kita arahkan untuk menggunakan alat agar bisa terpantau, dan penerimaan pajak parkirnya lebih optimal,” ungkapnya kembali.

Laporan Riena Fitriani Maris

Rekomendasi Berita