oleh

Pansus II Tinjau Pelayanan dan Gedung Pustu

instalasi Farmasi dan RSSA

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Lubuklinggau lakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa lokasi. Yakni Puskesmas Pembantu (Pustu), gudang obat di Instalasi Farmasi dan Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau, Senin (16/4).

Sidak ini mereka lakukan, dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Lubuklinggau tahun anggaran 2017. Peninjauan ini terkait penggunaan anggaran dan pelayanan yang dilaksanakan pemerintah tahun 2017.

Pukul 10.00 WIB, rombongan Pansus II DPRD Kota Lubuklinggau meliputi Merismon, Zuibar M Alip, M Seh Yamin, Siti Fatimah, dan Murdianto mulai melakukan Sidak. Pustu Jogoboyo, menjadi lokasi pertama yang mereka kunjungi. Di sana mereka melihat langsung kondisi bangunan Pustu yang memprihatinkan. Atap yang sudah rusak, belum dialiri PDAM serta bangunan yang sudah buruk.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan Sidak ke Pustu Pasar Satelit. Hal sama yang mereka jumpai di sana, bangunan yang kondisinya cukup memprihatinkan. Lalu rombongan menuju ke Instalasi Farmasi atau gudang obat di Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Kondisinya juga sama, bangunan yang berada di samping Kantor Lurah Taba Pingin ini masih belum maksimal.

Terakhir, mereka meninjau pembangunan ruang operasi baru di RSSA Lubuklinggau. Didampingi Direktur RSSA, dr Mast Idris Ustman, mereka melihat langsung kondisi perkembangan pembangunan ruang operasi yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 32 miliar.

Ketua Pansus II, Merismon usai Sidak mengatakan peninjauan kali ini tidak hanya untuk melihat fisik, namun disertai pelayanan. Karena keduanya berhubungan. Ketika fisik tidak maksimal, maka pelayanan pun tidak maksimal.

“Terkait bangunan di beberapa Pustu, permasalahannya karena tidak bisa dianggarkan dengan DAK. Mereka hanya mengandalkan APBD Kota Lubuklinggau. Sementara APBD kita terbatas. Untuk itu kita menyiasati bagaimana kedepannya agar Pustu bisa dimaksimalkan fungsinya, dengan diperbaiki fisiknya. Kita juga sudah sharing dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), kita coba bagikan porsi anggaran di 2018, untuk perbaikan beberapa Pustu yang kita anggap mendesak untuk diperbaiki. Tentunya, seiring dengan peningkatan pelayanan,” ungkap Merismon.

Mengenai Instalasi Farmasi atau gudang obat, politisi PKS ini menjelaskan, baru dibangun tahun 2016, dan pemanfaatannya baru dilakukan tahun 2017.

“Makanya masih banyak kekurangannya. Dari kondisi lingkungannya belum memiliki pendingin ruangan, sementara standarnya, gudang obat harus memiliki Air Conditioner (AC). Khawatirnya, ketika siang kepanasan dan malam kedinginan kondisi obat cepat rusak. Kendala selama ini laporan dari Kepala Instalasinya, jaringan di sana masih lemah. Makanya kita rekomendasi ke Dinkes untuk secepatnya carikan solusi naikan tegangan listrik. Lalu secepatnya, lakukan pengadaan AC serta sarana lainnya yang berhubungan dengan kualitas obat,” jelasnya.

Untuk gedung baru di RSSA yang dibangun dengan DAK sebesar Rp 32 miliar, ia pun menjelaskan kalau anggaran tersebut terbagi dua, yakni untuk fisik dan Alat Kesehatan (Alkes).

“Kita apresiasi kinerja direktur RSSA, yang mampu menggaet dana pusat ke daerah. Apalagi dana sebesar Rp 32 miliar tidak sedikit. Hanya saja terkendala keterlambatan pengerjaan. Itu pun bukan kesalahan dari pemborong, namun lantaran pencairan DAK dilakukan di September lalu. Tidak mungkin pengerjaan, hanya dilakukan selama tiga bulan. Namun saat kita tinjau tadi pembangunan hampir rampung. Saat ini, tinggal tahap finishing,” lanjutnya.

Semua hasil peninjauan kemarin, ia tegaskan akan menjadi pertimbangan mereka saat membahas LKPJ Walikota tahun anggaran 2017.

“Insya Allah, akan menjadi rekomendasi kita dari Pansus II,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Megang, AH Rosyidi yang juga membawahi 10 Pustu menegaskan, untuk di Jogoboyo sejak tahun 2006 belum pernah dilakukan perehaban. Ia mengaku sudah berkali-kali mengajukan, namun belum juga direalisasikan.

“Bahkan yang lebih memprihatinkan, di Pustu Puncak Kemuning dan Pustu Pasar Satelit,” tegasnya. (13)

Rekomendasi Berita