oleh

Panitia Pilkades Pauh I Mengaku Khilaf

LINGGAU POS ONLINE, RUPIT – Polemik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pauh I dituntaskan. Pihak Komisi III DPRD Kabupaten Muratara mengundang 11 panitia Pilkades, dan pihak Pemkab Muratara duduk satu meja membahas kisruh tersebut, Senin (18/12) di ruang Komisi III sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, A Bastari Ibrahim didampingi Anggota Komisi III, I Wayan Kocap dihadiri Asisten I, Tarmizi, Sekretaris DPBMD dan P3A, A Dasril, Kabag Hukum, Aziz, serta para calon kades Pauh I yang bertarung pada 4 Desember 2017 lalu.

Fakta baru pun muncul. 11 panitia Pilkades Pauh I yang dihadirkan itu mengaku khilaf. Dan mengakui kesalahan pasca penghitungan suara. Mereka pun menandatangani surat pernyataan.

“11 panitia Pilkades termasuk ketuanya mengakui khilaf telah melakukan kesalahan, dan sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kandidat calon Kades Pauh I. Padahal sebelum pelaksanaan Pilkades ada panitia yang mengingatkan berkenaan dengan surat suara yang dipakai saat Pilkades,” jelas Bastari Ibrahim, kemarin.

Ia meneruskan panitia juga diduga telah lakukan pelanggaran, dengan mencetak surat suara di luar Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang semestinya dipatuhi. Tapi, sambung dia, ternyata DPT ditambah 2 % dari semula 2.593 menjadi 2.652 surat suara. Hingga akhirnya tercetak 2.719 surat suara, dan ini diduga menyalahi.

“DPT itu tidak boleh lebih, setelah ditambah 2 % karena itu sudah ketentuannya, dan ini diduga dilanggar oleh panitia Pilkades,” kata Bastari Ibrahim.

Lalu ia menegaskan, akhirnya 11 panitia Pilkades itu menandatangani surat pernyataan jika mereka salah, dan mengaku khilaf atas apa yang diperbuatnya. Penandatanganan itu disaksikan para undangan, dan Komisi III. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita