oleh

Panen Serentak Akibatkan Harga Sayur Anjlok

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG SAKTI – Pasca seminggu lebaran, harga sayur-sayuran turun. Seperti di Pasar Megang Sakti, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas (Mura) harga sawi, kubis tomat, cabai, bawang putih dan bawang merah turun drastis.

Ternyata turunnya harga sayuran disebabkan petani di daerah lain sudah panen lebih dulu. Hal ini diakui Dewi (35). Pedagang sayuran di Pasar Megang Sakti ini mengatakan harga sayuran memang turun sejak lebaran. Atau satu minggu terakhir.

Seperti harga kubis saat Ramadan dijual Rp 12 ribu per Kg sekarang turun menjadi Rp 7.000 per Kg, Sawi dari Rp 12 ribu menjadi Rp 7.000 ribu rupiah per Kg. Kemudian, kentang Rp 16 ribu menjadi Rp 12 ribu per Kg, tomat Rp 10 ribu menjadi Rp 6 ribu per Kg. Selanjutnya, buncis Rp 8.000 ribu menjadi Rp 6.000 ribu per Kg.

“Sementara harga sayuran berasal dari daerah Mura seperti kangkung, bayam, kacang panjang juga turun hingga Rp 1.000- Rp 2.000 per ikatnya,” kata Dewi, Jumat (22/6).

Sedangkan harga cabai rawit dari Rp 50 ribu turun Rp 25 ribu per Kg, cabai merah Rp 25 ribu menjadi Rp 20 ribu per Kg. Selanjutnya bawang putih Rp 35 ribu menjadi Rp 25 ribu, bawang merah Rp 30 ribu menjadi Rp 20 ribu per Kg.

“Selain itu untuk harga ikan masih relatif stabil, seperti ikan patin Rp 20 ribu per Kg, Nila Rp 25 ribu per Kg dan ikan mas Rp 28 ribu per Kg,” jelas Dewi menambahkan kalau di Kota Curup tidak musim panen tapi di tempatnya harga itu pasti mahal.

Jika kondisi seperti ini biasanya di Kota Curup sedang masa panen.

“Turunnya harga sudah bisa diprediksi. Kalau belajar dari pengalaman tahun sebelumnya,” ucap Dewi.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mura, Hj Nurhasanah melalui Kasi Distribusi Perdagangan, Armansyah mengatakan penurunan harga sayuran pasca lebaran diduga akibat melimpahnya pasokan komoditas sayuran dari petani.

Meskipun demikian, pemerintah tetap memantau untuk kestabilan harga, sehingga kenaikan bahan pangan tetap dalam taraf wajar, tidak memberatkan konsumen. (04)

Rekomendasi Berita