oleh

Pandemi, Pedagang Hewan Ternak di Tugumulyo Turun Omset

LINGGAUPOS.CO.ID – Hari Raya Idul Adha jatuh pada Jumat (31/7/2020) atau 1441 H, beberapa hari menjelang biasanya pedagang hewan ternak panen, karena banyak yang berkurban. Namun pandemi Covid, membuat kondisinya berbeda hingga 80 persen menurun.

Maryono pedangan hewan kurban dan sekaligus perternak kambing di Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas, Rabu (29/7/2020) mengungkapkan untuk tahun ini menurun hingga 80 persen dari tahun kemarin. Bahkan ia baru menjual habis 20 ekor kambing, berbeda dengan 2019 lalu, mencapai 70 ekor kambing.

Lanjut ia, biasanya orang yang banyak memesan kambing kurban itu berasal dari Kabupaten Muratara, Kecamatan Tugulmulyo Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau. “Kemungkinan orang sedikit membeli itu kemungkinan faktor ekonomi karena pandemi Covid-19, jadinya harga karet, sawit turun,” jelasnya.

Menurut ia, harga kambing ditempatnya itu bervariasi, harganya mulai Rp1,6  juta dan yang paling besar harganya itu untuk jenis Kambing Etawa. Jenis ini harganya bisa mencapai Rp 3,5 juta dengan berat 83 kg.

Ditambahkan Maryono, kambing yang paling banyak dipesan itu biasanya kambing blasteran Etawa, atau Jawarandu. Kambing ini diminati karena postur tubuhnya besar, gagah, dan dagingnya lumayan.

Selanjutnya Nurahwan pedangang dan perternak sapi di Q2 Wonorejo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas.

Dengan dampak Covid-19 memang sangat pengaruh pada segala hal termasuk di bisnis saya jual beli sapi sangat terasa sekali dampaknya dengan berkurangnya pembeli/konsumen penghasilan saya di pelayanan jual beli sapi kurban menurun 60 persen.

Yang biasanya dimusim kurban bisa terjual 30 ekor kali ini hanya bisa jual maksimal 10 ekor dari harga Rp14 juta sampai dengan Rp17 juta. “Jamaah arisan kurban banyak yang pada pada libur gara – gara corona jadi yang kurban tahun ini kurban pribadi yaitu para orang kaya saja,” tutupnya (*)

Rekomendasi Berita