oleh

Pandemi dan Ramadan, Masih Ada Hiburan Malam Buka, ini Kata MUI Lubuklinggau

LINGGAUPOS.CO.ID – Di tengah merebaknya wabah virus corona (Covid19) serta Bulan Ramadan, diduga kuat masih ada tempat hiburan malam di Kota Lubuklinggau.

Beberapa tempat hiburan yang buka diantaranya yang di berada di tengah kota, juga wilayah pinggiran serta di Lokalisasi Patok Besi.

Koordinator LSM GERAM Kota Lubuklinggau, Indra Sena menjelaskan, ia segera mengirimkan surat ke beberapa pihak terkait, agar hiburan malam tersebut ditutup. “Saya akan kirimkan surat ke pihak-pihak terkait, tentunya ke Wali Kota Lubuklinggau, Kapolres Lubuklinggau, dan Ketua MUI Kota Lubuklinggau,“ kata Indra Sena.

Terpisah Ketua GMNI Kota Lubuklinggau Rikek mengatakan, “Ini jelas loh, aktifitas hiburan malam tersebut terus beroperasi tanpa menghiraukan Pandemi dan Bulan Suci Ramahan, dan patut diduga tidak adanya pengawasan wilayah sehingga terlihat adanya pembiaran dan terkesan tutup mata,” kata Rikek.

Padahal sudah jelas, dalam telegram Kapolri yang menyebut Kapolda sebagai pengemban tugas atas Maklumat Kapolri terkait Pencegahan wabah virus Corona.

“Kami sangat menyayangkan masih beroperasinya beberapa tempat hiburan malam yang ada di Kota Lubuklinggau. Sebenarnya ditengah bulan suci ramadan dan ditambah pandemi, saya rasa tidak ada alasan untuk mengoperasikan tempat hiburan, karena dapat menimbulkan keramaian dan mengganggu aktivitas keagamaan. Kami menghimbau agar tempat hiburan malam yang masih buka itu segera ditutup,” ujar Rikek.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Lubuklinggau KH Syaiful Hadi Maafi, mengatakan, “Yang jelas para ulama sangat prihatin dengan adanya kejadian hal tersebut,” ujarnya.

Hal ini dikatakannya, bukan lagi domain MUI. Namun MUI hanya memberikan arahan dan himbauan. Sebaliknya ini sudah domain penegak hukum dan pemerintah.

“Seharusnya orang yang lebih berkompeten dan berwenang, mengenai hal-hal yang seperti itu. Kami dari MUI Kota Lubuklinggau menghimbau kepada seluruh pelaku usaha tempat hiburan malam, dan kepada semua yang berkompeten dan berwenang. Jangan nanti Masjid disuruh kosong tapi tempat hiburan buka dan dibiarkan, nah hal ini yang sangat miris, nanti Allah SWT g marah dan murka,” imbuh Ketua MUI.

Dalam hal ini kita sebagai orang yang berpancasila, berazaskan persatuan mestinya bisa untuk menahan diri.

“Kepada pemerintah Kota Lubuklinggau dan penegak hukum, kami harap agar lebih kongkrit dan agresif lagi terhadap hal-hal seperti itu, inikan sifatnya hiburan yang bisa ditunda, bukan seperti halnya pasar yang menyedikan logistik dan sembako sebagai kebutuhan sehari-hari dan bukan pula sifatnya kebutuhan kesehatan, itukan hanya sekedar hiburan mestinya ini tidak boleh dibiarkan apalagi ditengah wabah Covid19 dan bulan suci ramadan,” harap KH Syaiful Hadi Maafi.

Sementara itu Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa menegaskan, “Akan kami cek langsung dan menindak lanjuti hal tersebut,” katanya.

Berkaitan dengan izin tempat hiburan, Polres akan berkoordinasi dengan Pemkot dan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kota Lubuklinggau, dan akan terus menghimbau berkaitan dengan tempat hiburan yang mungkin masih buka.

“Apabila benar masih didapati tempat hiburan yang beroperasi, maka akan kita tindak sesuai prosedur dan apabila ada tindak pidana akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kapolres.(*)

Rekomendasi Berita