oleh

Pamela Safitri Duo Serigala Pernah Ditawar Pria Hidung Belang?

JAKARTA – Menjadi seorang publik figur atau aktris merupakan tantangan tersendiri. Memiliki popularitas tentunya menjadi kebanggaan karena banyak dipuja-puja oleh masyarakat. Memiliki nama yang populer, talenta yang bagus serta beparas cantik tentunya menjadi modal besar buat sang aktris.

Dengan begitu tawaran pekerjaan pun akan berdatangan begitu pula dengan godaan. Benar kata pepatah “Semakin Tinggi Pohon Semakin Besar Angin yang Menempa”. Kata bijak ini sangat tepat bagi seorang publik figur.

Contohnya saja, aktris yang mengambil pekerjaan sampingan yakni prostitusi online. Menurut Didit setiap aktris tidak menutup kemungkinan pernah ditawari berkencan dengan pria “hidung belang” yang punya banyak uang.

“Setiap publik figur/artis gak menutup kemungkinana kecuali artisnya pakai hijab ya namanya laki-laki atau orang punya duit pejabat yang mau iseng-iseng genit itu biasa,” kata Pengurus Perkumpulan Manajer Artis Indonesia (Imarindo), Didit saat dihubungi Fajar Indonesia Network, Senin (7/1).

Didit mengatakan, bahwa seperti kasus Vanessa Angel banyak artis yang melakukan pekerjaan sampingan tanpa sepengetahuan manajer atau pihak manajemennya.

“Kebanyakan aktris begitu mba diam-diam enggak bilang. Kalau masalah pekerjaan yang seperti itu prostitusi katakanlah pekerjaan job nyanyi aja dia enggak bilang sama manajemen tapi kan sekarang zamannya udah sosmed di mana-mana segala pasti ketahuan” kata Didit.

Tiga tahun memegang aktris Duo Serigala, Didit menjamin bahwa baik Pamela Safitri yang dikenal dengan penampilan yang seronok dan seksi maupun Oza Kioza tidak pernah terlibat esek-esek.

“Tapi yang jelas saya punya artis tidak pernah berprofesi seperti itu (pekerja seks komersial). Saya pernah jadi manajer Dewa, saya kebetulan yang menemukan Mulan Jameela, Tata Janeeta pokoknya selama saya punya aktris tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh. Saya 3 tahun pegang dia (Duo Serigala) enggak ada kayak gitu,” ujarnya lagi.

Ia bersyukur aktris yang ia handle selama ini tidak pernah tersandung kasus prostitusi. Ia telah mengantisipasinya dari awal dengan membuat peringatan keras kepada Sang aktris.

“Alhamdulillah sih saya punya artis gak ada yang seperti itu, karena kita dari awal sudah warning kalau artis melakukan di luar dari pekerjaan, udah langsung gak kau handle,” kata Didit.

Mendengar kasus aktris FTV terjerat kasus prostitusi online membuat Didit prihatin. Hal ini membuktikan bahwa sang aktris bertindak di luar sepengetahuan manajer. Meskipun tawaran esek-esek datang silih berganti, semuanya kembali lagi ke aktrisnya masing-masing.

“Saya sangat sedih aja ngeliatnya menyesalkan gitu. Kalau masalah aktris kita ditawarin orang pria hidung belang atau baik pejabat atau pengusaha atau orang yang punya duit biasa, yang namanya orang yang penting kitanya kan. Kebetulan kalau mereka tahu saya, akhirnya segan dan minta maaf juga,” ujarnya.

Ia juga tidak menyalahkan manajer aktris yang terlibat prostitusi online pasalnya, sang aktris tak memberitahukan manajernya terkait pekerjaan sampinganya.

“Jadi kalau mba Lydia bilang gak tahu menahu tentang hal itu ya, ya itu lah kadang-kadang artis dia enggak bilang manajernya, bilangnya nge-MC ternyata ada side job seperti itu,” lanjut Didit.

Tertangkapnya kasus Vanessa Angel kata Didit menjadi pembelajaran berharga bagi aktris yang bersangkutan dan aktris-aktris lainnya agar tetap menjaga profesionalisme dengan manajemen.

“Sebenarnya hal-hal kayak gini juga bagus ya jadi ada bahan pembelajaran sama aktris-aktris yang lain supaya gak seenaknya sendiri,” ujarnya.

Ia berharap kasus prostitusi online tidak hanya menyoroti aktris dan penerima jasa prostitusi onlien melainkan mucikari dan germo harus diungkap ke publik dan dihukum dengan hukuman yang setimpal.

“Bukannya saya mau belain aktris atau gimana, yang salah itu adalah mucikarinya yang harus ditindak. Yang penting germonya aja yang diberantas,” tegasnya.

Mewakili salah satu manajer aktris Indonesia Didit berpesan bahwa seharusnya aktris selalu berkoordinasi dan berdiskusi dengan manajer sehingga saat terjadi sesuatu manajer akan lebih mudah mengatasinya.

“Kalau punya pekerjaan side job atau di luar konteks main jobnya dia harusnya beri tahu manajer. Gunanya manajer atau manajemen itu kan untuk diajak sharing, berdiskusi juga jadi kalau ada apa-apa bisa meng-conternya,” pungkasnya.(dim/din/fin)

Rekomendasi Berita