oleh

Palaku Usaha Diminta Patuhi Aturan

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – Ketua Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, Hambali Lukman tanggapi masih adanya pelaku usaha di Kota Lubuklinggau yang belum menyiapkan IPAL. Hal ini menyebabkan, pencemaran lingkungan serta meresahkan warga sekitar mereka.

Untuk itu kepada seluruh pelaku usaha, ia mengimbau untuk tidak ‘cengeng’.

“Ketika ada aturan yang mengatur mereka wajib membuat IPAL, ya laksanakan. Jangan sampai berdampak pencemaran lingkungan, serta menimbulkan konflik di masyarakat,” tegasnya.

Kalaupun usaha mereka nantinya berdampak mencemari lingkungan, cari lokasi yang jauh dari pemukiman warga.

“Lihat usaha kita, limbah yang dihasilkan atau aktivitas yang kita laksanakan kira-kira berdampak tidak terhadap lingkungan. Ketika iya, cari lokasi lain. Atau berupaya, buat IPAL sesuai petunjuk DLH,” ungkapnya.

DLH pun dilanjutkannya, disarankan untuk memberikan solusi kepada pelaku usaha yang memang belum bisa membuat IPAL lantaran terkendala oleh biaya.

“Carikan solusi yang tepat. Apakah direlokasikan ke lokasi baru. Atau diminta membuatkan IPAL sederhana, yang tidak harus mengeluarkan biaya yang besar. Jangan sampai, nantinya memberatkan mereka. Yang pasti harus ada upaya, jangan sampai limbah mereka meresahkan masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya menyayangkan, usulan mereka agar pemerintah melalui Disperindag untuk segera menyiapkan kawasan industri belum bisa terpenuhi.

“Karena untuk biaya pembuatan Raperda tentang kawasan industri saja belum bisa kita alokasikan, karena keterbatasan anggaran,” tambahnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita