oleh

Pahami Kitab Kuning, Permudah Belajar Bahasa Arab

Setiap tahun Pesantren Modern Ar Risalah menghantarkan alumninya untuk mendapatkan beasiswa full untuk kuliah ke Universitas Al-Ahqaaf Yaman. Itu menjadi bagian dari hasil para santri yang selama ini menekuni pembelajaran kitab kuning.

Laporan Sulis, Air Kuti

SIAPA sih yang tak ingin piawai berbahasa Arab. Sebab dengan menguasainya, banyak faedah yang didapat. Salah satu keistimewaannya, kita akan lebih mudah memahami kandungan Alquran.

Hal ini pula yang melatarbelakangi Pesantren Modern Ar Risalah aktif meregenerasi para santri untuk memahami Bahasa Arab. Langkah yang dilakukan, memperkuat pembelajaran kitab kuning.

“Pelajaran kitab kuning itu ciri khasnya pesantren. Kalau pesantren tidak menyampaikan pembelajaran kitab kuning itu namanya sekolah asrama. Di Ar Risalah, kitab kuning tak hanya dikurikulumkan. Namun juga disiapkan jam khusus, setiap hari bakda Salat Isya. Saat ini ada 15 santri yang mengikutinya. 40 hari pertama, khusus pemahaman Nahwu Shorof,” terang Pimpinan Pesantren Modern Ar Risalah, H Moh Atiq Fahmi, Senin (13/11).

Menurut alumni Al-Ahqaaf University of Yaman ini, kitab kuning itu ilmu dasar untuk membaca semua kitab berbahasa Arab. Dengan lancar membaca kitab kuning, maka bisa jadi modal memahami semua kitab yang berbahasa Arab.

“Jadi kalau ada referensi yang berbahasa Arab, anak yang ikut program ini lebih mudah memahami. Masalah cepat atau lambat menguasai kitab kuning itu bukan tujuan utama belajar. Karena butuh waktu. Dan perlu saya tegaskan, dengan belajar Kitab kuning santri akan lebih cepat memahami faedah dasar Bahasa Arab itu sendiri,” jelasnya.

Selain Ust Fahmi dan Ust Budi Satriadi, Pesantren Modern Ar Risalah juga memiliki guru khusus untuk mengampu program ini. Sebagian besar alumni dari Pesantren-pesantren Pulau Jawa.

“Alhamdulillah, dari pembelajaran rutin. Sudah tiga kali termasuk tahun 2017 ini, santri kami mewakili Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam Musabaqah Qiroatil Kutub (MQK) Tingkat Nasional,” tutur Ust Fahmi.(*)

Komentar

Rekomendasi Berita