oleh

Pagi Nguli, Siang Tidur, Sore Sisca Mulai ‘Show’

-Kriminal-17.158 dibaca

“Saya sangat tidak menyangka. Saat kami tunjukkan video mayat Ipung, dio ngomong ngeri. Aku omong dengan dio, gek jangan-jangan kau terlibat. Kato dio dak nian.”

ARI, tukang ojek yang sering mangkal di warkop Wak Beng

 

LINGGAU POS ONLINE – Siapa Sisca yang kini diamankan polisi? Tentu tidak banyak yang tahu.

Kalau baru-baru ini, ia viral karena sering berseliweran di media sosial. Dan kalimat khas yang selalu diucapkan, “Sarangheo, Bruut,” dengan mengepalkan tangan kanan.

SR, salah seorang kerabatnya, mengatakan Sisca termasuk rajin bekerja. Dia biasanya bekerja sebagai kuli angkut di Pasar Pagi.

“Saya tidak tahu latar belakangnya, bagaimana dia menjadi seperti itu.  Tapi dia diinformasikan rajin bekerja. Bahkan informasinya, sampai sekarang setiap pagi masih jadi kuli angkut,” kata SR.

Sisca diketahui sehari-hari tinggal di Kelurahan Permiri Kecamatan Lubukinggau Barat II. Ia tidak memiliki rumah, ataupun rumah kontrakan.

Ia layaknya gelandangan tidur dibawah pohon belimbing. Bahkan pakaian miliknya, juga ada dibawah pohon belimbing itu.

Wak Beng (56) pemilik warung kopi di Jl Garuda Hitam Kelurahan Pasar Permiri Kecamatan Lubukinggau Barat II, mengatakan Sisca pernah ingin menumpang di tempatnya. Tapi ia menolak.

Makanya Sisca tinggal dibawah pohon belimbing dekat kediaman Mun (47). “Dia kalau pagi pulang, sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian tidur, siang bangun merias diri. Sore langsung pergi,” katanya.

Ari (37) tukang ojek yang sehari-hari mangkal di depan Warung Wak Beng, menambahkan Sisca biasa tidur dibawah pohon belimbing, belum sampai setahun. “Dia asal Tebing Tinggi, Empat Lawang, tidak ada rumah. Makanya dia bebas,” kata Ari.

Sepengetahuan Ari, nama asli Sisca adalah Aprianto makanya sering dipanggil Ap. “Setelah kejadian dia tidak menunjukkan hal-hal aneh,” kata Ari.

Terakhir Ari dan Wak Beng mengaku bertemu dengan Sisca, Senin (25/8/2019). “Dia seperti biasanya pulang pagi. Siang merias diri, sore pergi. Tahu-tahu kami dapat informasi dia diamankan polisi,” kata Ari.

Mun pemilik rumah didekat pohon belimbing, mengatakan tidak masalah Sisca tinggal dekat rumahnya. Itung-itung menjadi penjaga rumahnya, layaknya satpam.

“Dia baik orangnya. Bahkan saat lebaran sempat sanjo ke rumah,” kata Mun.

Mun, Wak Beng maupun Ari mengaku sama sekali tidak menyangka kalau Sisca pelaku pembunuhan Ipung.

“Saya sangat tidak menyangka. Saat kami tunjukkan video mayat Ipung, dio ngomong ngeri. Aku omong dengan dio, gek jangan-jangan kau terlibat. Kato dio dak nian,” kata Ari.(*)

Laporan Endang Kusmadi

Rekomendasi Berita