oleh

PAD Naik Menjadi Rp 114 Miliar

Suhada : Target PAD Harus Rasional dan Terukur

LINGGAU POS ONLINE, MAJAPAHIT – DPRD Kota Lubuklinggau adakan rapat paripurna dengan agenda mendengarkan hasil pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Lubuklinggau tentang APBD 2018. Sekaligus penandatanganan persetujuan bersama antara Walikota Lubuklinggau dan DPRD Kota Lubuklinggau.

Rapat dihadiri 24 anggota DPRD Kota Lubuklinggau, dilaksanakan di ruang rapat paripurna, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Senin (20/11).

Juru Bicara Banggar DPRD Kota Lubuklinggau, Suhada, saat menyampaikan hasil pembahasan Banggar DPRD mengatakan, pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap menjadi sorotan mereka saat ini. Apalagi di APBD 2018, targetnya dinaikkan menjadi Rp 114 miliar, dari target sebelumnya hanya Rp 100 miliar.

Sementara saat menyampaikan hasil pembahasan Banggar, ia mengungkapkan kalau APBD Kota Lubuklinggau tahun 2018 sebesar Rp 972.999.507.803.

“Yang kami harapkan, PAD yang ditetapkan kali ini memang yang rasional dan terukur. Ternyata tadi langsung dijawab oleh Walikota Lubuklinggau, yang meyakinkan kita bersama kalau target tersebut akan terealisasi. Mengingat, banyak upaya yang sudah mereka laksanakan. Salah satunya menggunakan teknologi, dalam pengelolaan penerimaan pajak,” ungkap Suhada.

Pihaknya pun meyakini hal ini, melihat banyaknya investor seperti Mall, Hotel dan Rumah Makan yang berinvestasi di Kota Lubuklinggau.

“Pemerintah melalui dinas terkait, kita minta jangan ada kebocoran lagi. OPD yang bisa gali potensi PAD terus digali, serta siapkan regulasinya. Dan terakhir, target PAD jangan sampai menjadi beban masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah saat ini memprioritaskan infrastruktur, ini terlihat dari tingkat signifikan anggaran di OPD.

“Akan tetapi yang menjadi skala prioritas tetap kita masukan. Minimnya anggaran juga disebabkan, karena tahun ini tahun Pilkada. Pemerintah saja mengalokasikan anggaran untuk KPU saja Rp 26 miliar, belum untuk keamanan dan Panwas. Namun Februari, kita ada pergeseran anggaran. Insya Allah akan kita tambahkan,” ungkapnya.

Pihaknya menyadari, dalam membahas APBD 2018 masih ada kekurangan. Salah satunya belum ter-cover-nya hasil Musrenbang, hasil reses DPRD ataupun usulan-usulan yang masuk. Untuk itu, pihaknya juga meminta kepada seluruh yang hadir saat rapat, untuk memberikan pemahaman ini kepada masyarakat.

“PR Walikota dan Wakil Walikota pun masih sebesar 30 %. Kita berharap, ini bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, H Rodi Wijaya saat memimpin rapat mengatakan, kalau pembahasan mengenai APBD 2018 sudah ditindaklanjuti di rapat masing-masing komisi. Dan sudah ditindaklanjuti oleh Banggar, serta dilaporkan dalam rapat paripurna internal.

“Dan bersyukur, kita bisa menyelesaikannya lebih awal. Meskipun berdasarkan jadwal, pembahasan harus selesai sebelum 30 November. Karena kalau kita tidak menyelesaikannya sesuai jadwal yang ditetapkan, maka akan ada sanksi,” ungkapnya. (09)

Komentar

Rekomendasi Berita