oleh

Pacarnya Teriak, Pelajar SMA di Musi Rawas Tetap Lakukan Perbuatannya

LINGGAUPOS.CO.ID Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau menuntut terdakwa inisial AA (17) dengan hukuman empat tahun penjara dan subsider pelatihan kerja satu bulan di Dinas Sosial Musi Rawas.

Tuntutan itu dibacakan JPU Yuniar di Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Selasa siang (30/3/2021).

Terdakwa yang statusnya pelajar SMA di Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas ini disidangkan karena memperkosa korban yang tak lain pacarnya inisial IE (17), Sabtu (6/3/2021).

Sidang yang digelar secara tertutup dipimpin Hakim tunggal Yulia Marhaena dengan Panitera Pengganti (PP) Boy. Terdakwa didampingi penasehat hukumnya (PH) Darmansyah.

JPU  Kejari Lubuklinggau, Yuniar dalam tuntutannya mengungkapkan, berdasar fakta persidangan, terdakwa secara sah melanggar Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 E Undang- undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang  RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak JO UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Berdasarkan pasal tersebut maka terdakwa dituntut hukuman 4 tahun penjara. Hal yang memberatkan terdakwa merusak masa depan korban, belum ada perdamaian antara terdakwa dan korban. Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan jujur di persidangan, serta terdakwa masih sekolah,” tegas Yuniar.

Majelis Hakim Yulia Marhaena lalu bertanya kepada terdakwa atas tuntutan tersebut. Terdakwa secara lisan memohon keringanan. Terdakwa mengaku khilaf, dan menyesal ia janji tidak mengulangi perbuatan..

Sementera JPU saat ditanya Hakim tetap pada tuntutan.  Atas permohonan lisan terdakwa, Ketua Majelis Hakim akan memikirkan dengan menunda sidang Selasa (6/4/2021) dengan agenda putusan.

Sekedar mengingatkan, pemerkosaan diduga dilakukan terdakwa Sabtu (6/3/2021) sekira  pukul 11.30 WIB di kamar rumahnya  Kecamatan BTS Ulu. Sebelumnya,  korban dan terdakwa berkenalaan melalui Facebook (FB) sehingga menjalin hubungan pacaran  lebih  kurang sebulan.

Saat itu terdakwa mengajak anak korban untuk bermain ke rumahnya. Korban mengiyakan ajakan tersangka dan terdakwa akan menunggu korban di rumahnya.  Korban bermotor membonceng temannya. Sebelumnya korban izin pada orang tuanya  hendak ke rumah bibinya Halima di SP 9 BTS Ulu Cecar.

Namun, korban malah ke rumah tersangka. Di rumah tersangka, korban dan rekannya disuguhi makanan. Setelah ebih kurang 10 menit ngobrol, terdakwa kemudian masuk ke  kamar, menghidupkan musik dengan suara yang keras, lalu memanggil korban dengan mengatakan “ sini dulu “ dan dijawab oleh korban sambil berjalan mendekati terdakwa mengatakan “ Ngapo “.

Sampai di  pintu kamar, terdakwa langsung memegang tangan sebelah kanan korban dan mengajaknya korban masuk kamar.

Terdakwa langsung mengunci pintu kamar dan mengatakan “Payolah kite ngelakukan yang cak bujang gadis!”

Korban menjawab “Dak galak! Mikir kite masih sekolah!“

Mendengar jawaban korban itu, terdakwa membanting korban ke kasur membuat korban berteriak meminta tolong “ Tolong aku! Dem kite ikak masih sekolah!”.

Namun terdakwa  terus memaksa  sehingga terjadilah pemerkosaan tersebut. Usai diperkosa korban langsung lari dan mengajak temannya pulang.

Sesampai di rumah, korban melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. Tidak terima dari perbuatan tersangka korban didampingi ibunya melakukan visum di Puskemas Cecar. Setelah terbukti dari hasil visum. (*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita