oleh

Pacarnya Menolak, Pelajar SMA Memaksa, Akhirnya

LINGGAUPOS.CO.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN)  Lubuklinggau memvonis terdakwa inisial AA (17) dengan hukuman dua tahun penjara dan subsider pelatihan kerja tiga bulan di Dinas Sosial Musi Rawas.

Vonis itu dibacakan Majelis Hakim tunggal Yulia Marhaena dengan Panitera Pengganti (PP) Boy. Terdakwa didampingi penasehat hukumnya (PH) Darmansyah, Selasa (6/4/2021).

Vonis yang dibacakan Majelis Hakim PN Lubuklinggau Yulia Marhaena, lebih rendah dari pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau Yuniar  dengan hukuman empat tahun penjara dan subsider pelatihan kerja satu bulan di Dinas Sosial Musi Rawas.

Terdakwa yang statusnya pelajar SMA di Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Mura ini disidangkan karena memperkosa korban yang tak lain pacarnya inisial IE (17), Sabtu (6/3/2021).

Majelis Hakim Yulia Marhaena dalam vonisnya mengungkapkan, berdasarkan fakta-fakta persidangan dari terdakwa dan saksi sebelumnya secara sah dan meyakinkan dengan memaksa korban untuk lakukan persetubuhan, jadi Hakim sependapat terdakwa secara sah melanggar Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 E Undang- undang RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang  RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak JO UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Berdasarkan pasal tersebut maka terdakwa dihukum dua tahun penjara dan subsider pelatihan kerja tiga bulan di Dinas Sosial Musi Rawas. Hal yang memberatkan terdakwa merusak masa depan korban, belum ada perdamaian antara terdakwa dan korban. Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan jujur di persidangan, serta terdakwa masih sekolah,” tegas Yulia Marhaena.

Majelis Hakim Yulia Marhaena lalu bertanya kepada terdakwa atas Vonis tersebut. Terdakwa melalui PH Darmansyah nyatakan pikir-pikir  begitu juga JPU juga nyatakan pikir-pikir. Atas nyatakan pikir-pikir terdakwa dan JPU , Ketua Majelis Hakim  memberikan waktu tujuh hari kerja untuk nyatakan pikir-pikir.

Sekedar mengingatkan, pemerkosaan diduga dilakukan terdakwa Sabtu (6/3/2021) sekira  pukul 11.30 WIB di kamar rumahnya  Kecamatan BTS Ulu. Sebelumnya,  korban dan terdakwa berkenalan melalui Facebook (FB) sehingga menjalin hubungan pacaran  lebih  kurang sebulan.

Saat itu terdakwa mengajak anak korban untuk bermain ke rumahnya. Korban mengiyakan ajakan tersangka dan terdakwa akan menunggu korban di rumahnya.  Korban bermotor membonceng temannya. Sebelumnya korban izin pada orang tuanya  hendak ke rumah bibinya Halima di SP 9 BTS Ulu Cecar.

Namun, korban malah ke rumah tersangka. Di rumah tersangka, korban dan rekannya disuguhi makanan. Setelah ebih kurang 10 menit ngobrol, terdakwa kemudian masuk ke  kamar, menghidupkan musik dengan suara yang keras, lalu memanggil korban dengan mengatakan “sini dulu ” dan dijawab oleh korban sambil berjalan mendekati terdakwa mengatakan ” Ngapo”.

Sampai di  pintu kamar, terdakwa langsung memegang tangan sebelah kanan korban dan mengajaknya korban masuk kamar.

Terdakwa langsung mengunci pintu kamar dan mengatakan “Payolah kite ngelakukan yang cak bujang gadis!”

Korban menjawab “ Dak galak! Mikir kite masih sekolah!“ Mendengar jawaban korban itu, terdakwa membanting korban ke kasur membuat korban berteriak meminta tolong “Tolong aku! Dem kite ikak masih sekolah!”.

Namun terdakwa  terus memaksa  sehingga terjadilah pemerkosaan tersebut. Usai diperkosa korban langsung lari dan mengajak temannya pulang.

Sesampai di rumah, korban melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. Tidak terima dari perbuatan tersangka korban didampingi ibunya melakukan visum di Puskemas Cecar. Setelah terbukti dari hasil visum. (*)

Rekomendasi Berita