oleh

P2UKD Musi Rawas Bina Keagamaan Masyarakat

LINGGAU POS ONLINE- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Hermadi menjelaskan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) bukan sebagai penghulu. Karena, lebih dari itu, yakni menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah, umat dengan ulama, serta antar umat beragama.

Menurut Hermadi, Kemenag Mura yang selama ini hanya memiliki 80 orang petugas penyuluh keagamaan, merasa sangat terbantu dengan adanya P2UKD. Karena, penyuluh keagamaan tadi bisa berkoordinasi dengan P2UKD, untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat, terkait masalah keagamaan.

“Mungkin, kalau selama ini kalau ada warga yang akan nikah harus menunggu KUA (Kantor Urusan Agama, red), untuk melakukan ijab kabul. Bahkan, kadang ada yang harus mengambil jadwal siang, karena pada hari yang sama KUA ada jadwal di lokasi lain. Tapi, saat ini permasalahan itu tidak akan terjadi lagi, sebab bila KUA ada jadwal yang sama, mereka akan merekomendasikan P2UKD untuk menikahkan calon pengantin,” jelasnya, Kamis (7/11).

Selain itu, P2UKD ini juga menjadi garda terdepan, dalam melakukan pendidikan moral, etika dan akhlak dari para generasi muda, agar tidak terjerumus ke jalan yang salah. Termasuk, menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba, yang saat ini sudah jadi musuh besar bangsa Indonesia.

P2UKD Taba Reba, Kecamatan Selangit, M Tobit menjelaskan kalau mereka telah menjalankan tugas sesuai dengan petunjuk. Yakni, melakukan pembinaan keagamaan, dan pengajian di desa.

Hal serupa disampaikan P2UKD Mangun Harjo, Kecamatan Purwodadi, Andi Mansur yang sudah melakukan pembinaan keagamaan terhadap masyarakat. Termasuk, menikahkan calon pengantin atas rekomendasi dari KUA.

“Kalau ada rekomendasi kita nikahkan. Tapi, hal itu kewenangan penuh KUA. Tugas kami, melakukan pembinaan kepada masyarakat dibidang keagamaan,”ujarnya.

Laporan Aan Sangkutiar

Rekomendasi Berita