oleh

Orang Tua Figur Utama

Wajib Tanamkan Pendidikan Agama Pada Anak

Imam Al Ghazali dalam bukunya Ayyuhal Awlad mengatakan anak adalah amanah Allah bagi orang tuanya. Seorang anak hendaknya ditanamkan pendidikan Islam sejak masa-masa awal kehidupannya. Lantas, bagaimana mendidik anak usia 7 tahun?

Laporan Sulis, Air Kuti

USIA tujuh tahun bagi seorang anak adalah ibarat sebuah permulaan menuju karakter yang baik seperti ramah, simpatik, hangat dan mudah bekerja sama. Ia juga memiliki sikap empati atau tidak egois pada yang lain. Itu disebabkan karena ia memiliki kontrol diri dan stabilitas yang lebih kuat dibanding sebelumnya.

Pimpinan Pesantren Modern Ar Risalah, H Moh Atiq Fahmi menjelaskan dalam segi kepercayaan diri (self-esteem), anak usia 7 tahun cukup labil. Oleh karena itu, sering-seringlah memberi motivasi dan masukan positif. Termasuk membantunya menghentikan kecenderungan menyalahkan diri sendiri (self-critical) dengan penekanan bahwa yang terpenting adalah apa yang sudah dipelajari, bukan hasil akhir. Sekali-kali, anak hendaknya mendapat kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri.

“Pada usia ini, orang tua dianjurkan untuk memulai aktivitas yang dapat menstimulasi nalar berpikirnya. Misalnya, mengajak berdiskusi tentang nilai benar dan salah, baik dan buruk. Juga perbedaan antara kebenaran menurut etika sosial dan secara agama. Misalnya, nilai benar dan salah dalam etika sosial adalah berdasarkan kesepakatan manusia. Sedang nilai benar dan salah secara Islam adalah berdasar wahyu Alquran dan Sabda atau Hadits Nabi,” terangnya.

Dari sisi kewajiban agama, kata dia, walaupun secara syariah, anak usia 7 tahun belum wajib melaksanakan salat, akan tetapi, pembiasaan sudah harus dimulai dari usia ini. Sebagaimana tersurat dari sabda Nabi Muhammad SAW: “Perintahkanlah anak-anakmu sekalian shalat saat usia mereka tujuh tahun.” (Hadits Riwayat Abu Daud).

Taat dan hormat pada kedua orang tua menurut Firman Allah SWT dalam Alquran Surah Luqman ayat 14 merupakan salah satu nilai agama yang hendaknya menjadi etika prioritas kedua setelah taat pada Allah untuk ditanamkan pada anak sejak dini. Karena ia memainkan peran penting atas sukses tidaknya orang tua mendidik anak. Nilai sebaik apapun yang diajarkan akan percuma jika anak tidak mentaati orang yang mendidiknya.

Pada waktu yang sama orang tua hendaknya menjadi contoh hidup atau tauladan (uswah hasanah) dari segala ucapan, nasihat dan segala hal baik yang diajarkan pada anaknya sebagaimana firman Allah dalam QS Al Ahzab ayat 21.

“Karena tidak ada ajaran perilaku yang paling efektif dan efisien kecuali apabila apa yang dikatakan pendidik sama dengan apa yang dilakukannya. Orang tua jangan pernah mengajarkan suatu kebaikan, kalau tidak dapat memberi contoh dengan tindakan nyata,” tegasnya.(*)

Rekomendasi Berita