oleh

Optimistis di Tengah Persaingan Kian Ketat

LINGGAU POS ONLINE – Kejuaraan Dunia 2019 dimulai hari ini (19/8). Di hari perdana, tiga tunggal putra Indonesia sudah bermain di babak pertama. Yakni Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Tommy Sugiarto. Juga ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan ganda putri Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto (siaran langsung TVRI dan TVRI HD mulai pukul 13.30 WIB).

Tahun ini, perebutan gelar sangat menarik. Persaingan antarpemain cukup terbuka. Terutama di tiga sektor. Yakni tunggal putra, ganda putra, dan tunggal putri. Ganda campuran anggap saja milik Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang superkonsisten. Atau Wang Yilyu/Huang Dongping. Sedangkan ganda putri menjadi milik satu dari tiga pasangan Jepang.

Di tunggal putra, Kento Momota boleh jadi pemain terbaik dunia saat ini. Tapi, juara edisi 2018 itu bukannya tidak bisa dikalahkan. Musim ini, dia beberapa kali tergelincir sebelum mencapai partai puncak turnamen. Misalnya di Malaysia Masters, Malaysia Open, dan Indonesia Open. Dia bisa kalah oleh Jonatan Christie, Shi Yuqi, dan kompatriotnya, Kenta Nishimoto.

Sektor ini cukup ramai penantang. Mulai dari Chou Tien-chen, yang baru saja menembus peringkat dua dunia, juga Jonatan, yang baru dua pekan menduduki peringkat empat. Lalu, masih ada sejumlah kuda hitam. Dari yang klasik semacam Chen Long, sampai yang baru merekah seperti Anders Antonsen.

Momota sangat menyadari hal itu. Dia sangat serius mempersiapkan diri. Pemain 24 tahun itu sampai mundur dari Thailand Open dua pekan lalu. ”Fisik saya tidak bisa digeber setelah dari Indonesia Open dan Japan Open. Saya butuh istirahat lebih lama,” ujar Momota. Itu bisa dimaklumi. Sebab, hampir semua pemain tunggal putra rehat. Termasuk Jojo, Ginting, dan Antonsen.

Di ganda putra, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo juga punya kans paling kuat memenangkan gelar. Grafik penampilan pasangan nomor satu dunia sedang bagus. Setelah hancur lebur di All England Maret lalu, mereka kembali melesat. Puncaknya adalah gelar Indonesia Open dan Japan Open dalam dua pekan beruntun.

Publik, baik badminton lovers Indonesia maupun Tiongkok, percaya bahwa ini adalah momentum terbaik Minionssebutan Marcus/Kevinmerebut gelar juara dunia. Predikat yang belum pernah mereka capai, meski sejak 2017 sudah menjadi pasangan nomor satu. Tahun lalu, mereka hanya sampai perempat final lantaran fokus utamanya adalah Asian Games 2018.

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi optimistis anak buahnya mampu juara. Meskipun, dia kecewa hasil drawing tidak memungkinkan terjadinya all-Indonesian final. ”Saya selalu optimistis, karena kemarin di dua kejuaraan besar kami bisa meraih gelar,” jelas Herry. ”Kans Minions juara sangat besar. Hanya saja mereka harus kontrol emosinya,” lanjut dia.

Di tunggal putri, persaingannya tak kalah luas. Tai Tzu-ying (Taiwan) belakangan menurun performanya. Dari enam turnamen yang diikuti, pemain 25 tahun itu baru meraih dua gelar. Di dua turnamen terakhir, Tai gagal menembus final. Sebenarnya dia sangat penasaran dengan gelar juara dunia. Gelar yang belum pernah diperolehnya.

Namun, dengan makin menguatnya Akane Yamaguchi yang baru mengkudetanya dari takhta nomor satu dunia, kans Tai makin kecil. Belum lagi Chen Yufei (Tiongkok) yang juga penasaran. Sudah delapan tahun Tiongkok tidak meraih gelar dari tunggal putri. ”Aku mulai merasakan tekanan. Aku sangat menginginkan gelar ini,” kata Chen, juara All England 2019 tersebut belum lama ini. (*)

Sumber: Fajar Indonesia Network (FIN)

Rekomendasi Berita