oleh

Ombudsman: Pemanfaatan Sport Center Lubuklinggau Harus Terencana

LINGGAU POS ONLINE – Pembangunan Sport Center di Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I diharapkan dapat membantu perkembangan olahraga di Kota Lubuklinggau. Namun kenyataannya bangunan olahraga sangat megah tersebut kini kondisinya terbengkalai. Bahkan hingga kini sangat jarang sekali digunakan untuk event olahraga besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) saat Kota Lubuklinggau menjadi tuan rumah beberapa tahun lalu. Ironisnya saat ini lokasi tersebut disinyalir sering digunakan oknum yang melakukan perbuatan negatif. Hal ini dibuktikan dengan beredarnya video mesum dalam angkot yang diduga lokasinya di areal Sport Center Petanang.

Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel), M Adrian Agustiansyah, SH,M.Hum mengatakan seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau lebih matang dalam merencanakan kegiatan. Maksudnya, sebelum membangun fasilitas olahraga, Pemkot sudah memiliki rencana pemanfaatan aset untuk kedepannya. Sehingga bangunan tersebut tidak terbengkalai.

“Saya pikir sudah tidak terbengkalai lagi (Sport Center, red). Pemkot harus bertanggung jawab. Pemkot harusnya memikirkan setelah dibangun rencana pemanfaatnya kedepan. Contoh kawasan Jakabaring pemerintah daerah sudah memikirkan akan ada event apa saja sebelum dibangun,” tegas Ardian sapaan M Adrian Agustiansyah kepada Linggau Pos, Senin (9/9).

Paling tidak lanjut Ardian, Pemkot Lubuklinggau melaksanakan event-event olahraga sekala kota atau provinsi. Sehingga fasilitas olahraga yang dibangun dengan anggaran besar tersebut dapat lebih terawat.

“Sama dengan rumah kalau tidak ditempati akan lebih cepat rusak,” ucap Ardian mencontohkan.

Mengenai perawatan bangunan, Ardian mengaku memang tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi olahraga. Namun hal ini harus dibarengi dengan anggaran yang dianggarkan Pemkot Lubuklinggau.

“Kalau anggaran yang disediakan Pemkot ke OPD tidak cukup juga akan jadi masalah. Artinya Pemkot harus betul-betul menghitung biaya perawatan yang harus dianggarkan. Dispora juga harus kreatif dalam mengadakan event-event agar sarana olahraga yang sudah dibangun tidak terbengkalai,” sarannya.

Terpisah Kepala BPKAD Kota Lubuklinggau, Imam Senen menegaskan saat ini sudah minim aset yang tidak dimanfaatkan atau terbengkalai. Namun ia mengakui kalaupun ada, OPD yang berkaitan dengan aset tersebut, minim program, sehingga aset yang ada tidak dimanfaatkan.

“Tidak banyak, hanya ada beberapa salah satunya di Sport Center. Dan itu bukan terbengkalai, tetapi belum dimanfaatkan oleh OPD terkait. Makanya OPD harus ada program agar aset bisa dimanfaatkan. Contohnya aset kolam renang bisa kerjasama dengan pihak sekolah,” jelas Imam.

Untuk biaya perawatan aset ditegaskan Iman, menjadi tanggung jawab OPD masing-masing.

“Seperti gedung, biaya perawatan termasuk pemeliharaan dikembalikan ke OPD masing-masing. Karena, mereka yang lebih tahu mana yang perlu direhab dan dipelihara serta dijaga. Kalau kita, mana tahu,” tegas Imam.

Ditambahkan Imam, saat ini Kota Lubuklinggau justru kekurangan aset seperti gedung. Untuk itu pihaknya gencar meminta aset gedung milik Pemkab Mura yang berada di Kota Lubuklinggau, agar tidak terbengkalai.

“Sayangnya sampai saat ini belum ada yang diserahkan secara administrasi ke kita,” ucapnya.

“Laporan Riena Fitriani Maris/Gery Cipta Sebangun”

Rekomendasi Berita