oleh

Olah Limbah Organik Jadi Berharga

Program PPM Dosen STKIP-PGRI Lubuklinggau

Pasal 45 Undang-Undang (UU) No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menegaskan pengabdian kepada masyarakat (PPM) merupakan kegiatan civitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini pula yang dilakukan dosen STKIP-PGRI Lubuklinggau.

Laporan Sulis, Lubuklinggau

DOSEN diwajibkan melaksanakan kegiatan PPM sebagai salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi. Dengan bantuan dana hibah dari STKIP-PGRI Lubuklinggau anggaran tahun 2018 maka tim PPM melaksanakan pengabdian dengan bekerja sama dengan ibu PKK Desa G1 Mataram Kecamatan Tugumulyo, dengan tema Pengolahan Limbah Organik Menjadi Pupuk Cair di Desa Mataram.

Kegiatan ini diadakan didasarkan pada banyaknya limbah organik rumah tangga yang tidak dimanfaatkan dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Penyaji materi dalam kegiatan ini adalah Tim Dosen Biologi STKIP-PGRI Lubuklinggau yang beranggotakan Eka Lokaria, M.Pd.Si , Merti triyanti, M.Pd, dan Sepriyaningsih, M.Pd.Si.

Eka Lokaria menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah mengolah limbah organik yang hanya dibuang saja dan tidak dimanfaatkan menjadi pupuk cair. Pupuk ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di pekarangan rumah dalam skala kecil maupun skala besar berupa pemupukan tanaman petani di lahan pertanian.

Limbah organik yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk berupa sisa sayuran, ampas tebu, dan dedaunan pekarangan rumah.

Proses pembuatan pupuk ini sangat sederhana hanya memerlukan EM4, gula, air, limbah organik kemudian dimasukkan ke dalam tong plastik ditutup guna proses fermentasi pupuk.

Pupuk yang sudah bisa dimanfaatkan memiliki ciri-ciri memiliki bau yang menyengat, sudah ada organisme lain yang tumbuh (belatung), berwarna pekat/berwarna hitam/coklat/ sudah berubah warna dari warna awal, penggunaan relatif sederhana karena Pupuk ini dapat langsung digunakan pada tanaman.

“Kami bersyukur kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat khususnya tim PKK Desa Mataram. Limbah jadi berguna dengan proses pembuatan relatif sederhana dan mudah,” jelasnya.(*)

 

Rekomendasi Berita