oleh

Oknum Warga Lecehkan Profesi Guru

LINGGAU POS ONLINE, MEGANG SAKTI – Komentar Pemilik Akun Facebook Sumayanti Saragih viral di Media Sosial (Medsos), sejak Senin (5/2). Sebab diduga pemilik akun tersebut sempat menulis ujaran kebencian terhadap profesi guru. Bahkan sampai menyebut kata ‘setuju guru dibunuh’.

Tak hanya itu, Sumayanti Saragih juga sempat menyebut SDN 1 Wonosari, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas membebani wali murid. Lantaran mewajibkan pembelian lima seragam di sekolah. Dan melarang murid beli di luar sekolah.

Setelah viral, dua hari kemudian suami Sumayanti Saragih sempat membuat pernyataan tertulis bermeterai. Yang diketahui sang istri dan kakaknya. Dari sini terungkap, ternyata sosok penulis komentar ‘pedas’ terhadap profesi guru itu adalah suami Sumayanti Saragih, yakni Panoguan Sormin.

Untuk mencari kebenaran dari informasi ini, Tim Linggau Pos datang ke SD Negeri 1 Wonosari.

Untuk mengonfirmasi kebenaran pernyataan Panoguan Sormin mengenai pembelian seragam oleh wali murid dari pihak sekolah.

Kepala SD Negeri 1 Wonosari, Budiono saat ditemui mengatakan bahwa mengenai adanya informasi pihak sekolah menjual seragam sekolah kepada murid itu tidak benar.

“Namun, saat ini masalah ini sudah selesai dan ditangani pihak PGRI Kabupaten Musi Rawas (Mura),” kata Budiono, Rabu (7/2).

Budiono menjelaskan, jujur saja sudah hampir tiga tahun ini SDN 1 Wonosari tidak ada pembuatan baju ataupun menjual baju kepada wali murid.

“Jadi mengenai, informasi yang ada di Medsos yang berkembang itu, salah. Perlu diketahui bahwa oknum yang membuat pernyataan itu bukan salah satu dari wali murid di SD Negeri 1 Wonosari,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, jadi saat ini mengenai permasalahan ini kami masih menunggu konfirmasi dari pihak PGRI apapun hasilnya.

“Namun, masalah ini muncul lantaran adanya pemberitaan siswa yang tega memukul gurunya hingga meninggal. Mungkin, dengan membuat informasi tersebut bisa dilirik dan ditangani para pembacanya,” jelasnya.

*** Pengadaan Seragam Harus Persetujuan Komite

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Musi Rawas, H Sukamto melalui Kabid Dikdas, Hartoyo menerangkan, soal dugaan pengadaan baju yang dilakukan SDN 1 Wonosari tidak ada.

“Itu sudah kami konfirmasi. Kalau pengadaan baju olahraga, kami yakin setiap sekolah melakukan itu. Karena untuk menyeragamkan. Kalaupun ada juga pengadaan pakaian, harus lewat persetujuan komite sekolah. Jadi sekolah tidak boleh memutuskan sendiri. Karena dikhawatirkan akan memberatkan orang tua,” jelas Hartoyo.

Soal komentar pemilik akun Sumayanti Saragih, kata Hartoyo, Disdik dan PGRI Musi Rawas akan mencari solusi terbaiknya.

“Kabarnya, Panoguan Sormin ini baru bisa pakai HP. Itu yang dipakai dia balas komentar itu, handphone istrinya. Jadi memang penting masyarakat belajar dari kasus ini. Jangan terlampau bebas bermain Medsos. Harus bisa menimbang-nimbang mana yang patut dipublish dan mana yang tidak. Karena kalau sampai kita kebablasan, bisa berhadapan dengan hukum. Bahkan sampai masuk penjara. Jadi memang penting, bijak dalam bermedia sosial itu,” jelasnya. (16/05)

Komentar

Rekomendasi Berita