oleh

Oknum Siswi SMA Diduga ‘Jualan’

LINGGAU POS ONLINE, LUBUKLINGGAU – Indikasi human trafficking ‘tercium’ Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Lubuklinggau. Meski belum bisa memastikan motif sebenarnya apa, penelusuran pernah dilakukan Ketua KPAD Kota Lubuklinggau, Abdul Hamim.

“Ini kasusnya oknum siswi SMA. Ada beberapa dari mereka diduga memang nyambi ‘jualan’ atau melayani lelaki hidung belang. Transaksinya, antara pembeli dan yang bersangkutan tidak langsung. Tapi melalui perantara,” kata Abdul Hamim, beberapa waktu lalu.

Ia sudah mencoba untuk memastikan kebenaran informasi yang didapatnya dari informan.

“Saya datang ke lokasi warung kopi, Jalan Lingkar Utara, di Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Di sana saya datang agak siang. Awalnya saya ngobrol saja. Sembari memastikan. Ternyata saat ditanya, benar ada. Saya tidak menyangka. Perantara (mami,red) ini bilang kalau mau saya harus nunggu usai jam sekolah. Karena yang akan melayani ini siswi SMA. Hal itulah yang membuat kami miris. Tarifnya luar biasa, sampai Rp 400 ribu,” papar Hamim.

Menurutnya, di warung kopi ini penampilan luarnya tampak biasa. Namun di belakang warung ada satu gubug lagi yang diduga yang disiapkan khusus oleh empunya untuk melayani lelaki ‘hidung belang’.

Hamim berharap, hal ini bisa dicegah. Dengan perhatian yang lebih, dan sentuhan agama dari orang tua. Juga penting dilakukan razia gabungan, untuk mencegah penyakit sosial di masyarakat.

Sebab gaya hidup hedonis kerap kali menjerumuskan anak bawah umur terjerat pergaulan bebas.

Tim investigasi Linggau Pos sempat menyambangi langsung tempat yang dimaksud Minggu (18/11). Namun, kasat mata tak mudah dijumpai aktivitas mencurigakan ini.
Kedatangan kami sekira pukul 14.00 WIB, tak berhasil mendapati wanita penghibur sebagaimana informasi yang beredar.

Seorang sumber yang enggan disebutkan mengatakan, di lokasi ini biasanya pelanggan memesan.

“Nanti ditunggunya di hotel. Bukan mereka (wanita penghiburnya) ke lokasi warung kopi,” tandas sumber ini.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga membenarkan ada indikasi human trafficking di Kota Lubuklinggau.

“Namun kami sedang melakukan penyelidikan. Hasilnya belum ada. Mengenai titiknya itu di mana, tim intel ke lokasi langsung,” terangnya singkat.

Sementara Kasubag Humas, AKP Ermi mengatakan bahwa mengenai adanya dugaan pelajar yang menawarkan jasa menjual diri yang ada di salah satu warung di Jalan Lingkar Utara.

“Sebenarnya, harus dipastikan terlebih dahulu kebenarannya apakah memang benar atau tidak informasi itu,” kata Ermi, Minggu (19/11).

Sebab, hingga saat ini Polres Lubuklinggau belum menerima laporan warga tentang adanya indikasi hal tersebut.

“Apabila memang ada kebenarannya, akan kami lakukan penyelidikan terlebih dahulu kebenarannya. Sesuai dengan laporan, ataupun ada saksi dan korban sekaligus maka pastinya akan kami tindak lanjuti hal tersebut,” jelas mantan Kapolsek Lubuklinggau Timur ini.

Ia juga akan melakukan penyelidikan dan pemantauan terlebih dulu memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Sebab, saat menjalankan tindakan ataupun melakukan tugas pastinya sesuai bukti, barang bukti (BB) serta ada laporan bahkan korban,” tutupnya.(05/Cw01/16)

Komentar

Rekomendasi Berita