oleh

Oknum Polisi Vonis 7 Tahun Penjara

LINGGAUPOS.CO.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau memvonis terdakwa Ahmad Febriadi (30) tujuh penjara dengan denda 800 juta atau subsider dua bulan penjara.

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Faisal dibantu Hakim Anggota Syahreza Papelma dan Yopi Wijaya, dengan Panitera Pengganti (PP) Wahyu Agus Santoso, Selasa (16/3/2021) pukul 14.30 WIB

Vonis yang dijatuhkan kepada Ahmad Febriadi yang merupakan oknum polisi ini, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab sebelumnya, JPU Kejari Lubuklinggau, Agrin Nico Reval menuntut terdakwa dengan 12 tahun penjara.

Terdakwa yang kesehariannya Anggota Polisi Polres Musi Rawas Utara (Muratara) warga Desa Muara Beliti Baru, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten  Mura ini disidangkan karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu seberat 10,13 gram

Ketua Majelis Hakim, Faisal dalam vonisnya mengungkapkan, berdasar fakta persidangan, terdakwa secara sah melanggar pidana Pasal 114 Ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika bahwa dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan 1.

Faisal menegaskan, hal yang memberatkan terdakwa Ahmad Febriadi bahwa perbuatannya bertentangan dengan pemerintah. Dan terdakwa merupakan aparat penegak hukum. Sedangkan yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan belum pernah dipidana.

Selain itu ia menjelaskan untuk barang bukti satu unit mobil Toyota Agya warna orange B 1608 VKL di kembalikan kepada pemilik BPKB atas nama Rina Erdianti. Sedangan BB Sabu akan disita oleh Negara dan akan dimusnahkan.

Ketua Majelis Hakim, Faisal lalu bertanya kepada terdakwa atas vonis tersebut.

Pertanyaan hakim itu dijawab terdakwa dengan nyatakan pikir-pikir. Begitu juga dengan JPU yang nyatakan pikir-pikir.

Atas nyatakan pikir-pikir Ketua Majelis Hakim, Faisal memberikan waktu pikir-pikir selama tujuh hari jam kerja, maka dengan itu sidang langsung ditutup.

Untuk diketahui,  penangkapan terdakwa bermula dari informasi masyarakat bahwa akan ada seseorang membawa narkotika sabu, Selasa 20 Oktober 2020. Maka sekitar pukul 17.00 WIB, petugas Satuan Narkoba Polres Mura langsung ke lokasi.

Saat itu, terdakwa yang mengendarai mobil Toyota Agya warna orange  Nomor Polisi (Nopol) B 1608 VKL melintasi Jalan jembatan umum Desa Q2 Wonorejo, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Mura, polisi langsung menghadang mobil yang dikemudikan terdakwa.

Saat digeledah, polisi menemukan sebungkus plastik klip ukuran sedang berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu berat 10,13 gram. Lalu terdakwa berikut barang bukti dibawa ke Polres Mura untuk menjalani proses hukum yang berlaku.(*)

Rekomendasi Berita