oleh

Oknum Polisi Positif Narkoba

Termasuk Oknum ASN Muratara

LINGGAU POS ONLINE, KAYU ARA – Kecurigaan anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau, tentang maraknya penyalahgunaan narkotika di kafe-kafe dan warung internet terbukti. Hasil razia Selasa (19/12) mulai pukul 00.30-05.00 WIB, 23 orang dinyatakan positif narkoba. Mereka diamankan dalam razia yang dilakukan BNN di Cafe Galaxy, Cafe Kiss, Cafe TM, Hotel Arwana dan Warnet.

Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edi Nugroho, Selasa dini hari kepada Linggau Pos, menerangkan, 23 orang tersebut terdiri dari dua oknum anggota kepolisian Sat Sabhara Polres Empat Lawang berinisial Bripda Y dan Bripda E. Ada juga mantan Camat Karang Jaya saat ini menjabat Kabid Penyelenggara Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) berinisial G. Selain itu, 17 warga sipil lainnya yang ikut terjaring razia diduga positif zat Amphetamin. Dari 23 orang itu, seorang yang positif narkoba adalah perempuan.

Razia kemarin malam, 23 anggota BNN dan Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) II/4-5 Lubuklinggau berkoordinasi. Berkat sinergi itu, di Cafe Galaxy mereka mengamankan seorang laki-laki inisial (A), di Cafe Kiss nihil, Cafe TM mendapatkan dua orang laki-laki antaranya mantan camat inisial (G) dan inisial (P), dan yang lebih mengejutkan lagi. Di Hotel Arwana mengamankan satu perempuan dan dua laki-laki oknum polisi Polres Empat Lawang dengan inisial Y dan E, juga dalam lokasi itu mendapatkan setengah pil ekstasi yang belum tahu milik siapa. Berdasarkan pantauan Linggau Pos, dua oknum polisi ini awalnya sempat menolak dites urine. Namun akhirnya bersedia. Dan ternyata hasilnya positif.

Setelah melakukan perjalanan ke beberapa kafe, tim dari BNN dan PM ini melanjutkan operasinya Warnet di lokasi Kelurahan Dempo. Mengejutkan, tim ini berhasil mengamankan 17 orang positif gunakan narkoba.

“Dari 17 orang yang ditahan masing-masing masih berusia 17 tahun, mereka menggunakan narkoba dengan alasan tidak ingin mengantuk dan happy agar main internet lebih nyaman,” ulasnya

Saat ini semuanya masih diamankan di kantor BNN Lubuklinggau, sedangkan untuk dua orang oknum anggota kepolisian Y dan E sudah diserahkan ke Mapolres Empat Lawang begitu juga dengan G diserahkan ke instansi tempatnya menjalankan tugas.

Didampingi Kabid Umum, Apandi serta Kasi Pemberantasan, AKP Sukiman, AKBP Edy Nugroho menjelaskan, untuk kelanjutannya oknum dan warga yang tertangkap ini akan dilakukan assessment lanjutan guna mengetahui kebenarannya sekaligus untuk mengetahui masuk dalam tingkatan mana.

“Maksudnya, apakah memang pemakai pasif apakah baru pemula ataupun hanya coba-coba akan kami telusuri lagi,” jelas Edy Nugroho.

Lebih lanjut ia menjelaskan, razia ini sengaja dilakukan upaya untuk pembinaan sekaligus antisipasi pergantian tahun baru penyalahgunaan narkoba baik ganja, sabu maupun ekstasi maka dari itu dilakukan razia tempat hiburan malam dan satu Warnet.

“Mengapa di Warnet, sengaja dilakukan sebab salah satu Warnet buka 24 jam jadi rentan dengan penyalahgunaan narkoba,” ucap pria berpangkat melati dua ini.

AKBP Edy Nugroho memaparkan, sebenarnya tim BNN sangat prihatin dengan maraknya penyalahgunaan narkoba di wilayah Lubuklinggau. Apalagi ada oknum aparat dan ASN karena walau bagaimanapun mereka adalah penegak hukum dan menjadi contoh warga sipil.

“Begitu juga anak muda merupakan generasi penerus bangsa. Pastinya kami tidak memusuhi mereka, namun hanya melakukan pembinaan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” kata Kepala BNN Lubuklinggau.

Lebih lanjut AKBP Edy Nugroho menambahkan, sesuai dengan perintah Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso bahwa untuk kedepannya akan melakukan penindakan fokus khusus ASN.

“Maka dari itu kami tidak segan-segan kepada ASN,” tegasnya. (19/CW01/16)

Komentar

Rekomendasi Berita