oleh

Oknum Polisi Diduga Aniaya Anak Anggota DPRD

Kasat Lantas : Hanya Salah Paham

LINGGAU POS ONLINE, MUSI RAWAS – Oknum polisi lalu lintas Mapolres Musi Rawas, diduga telah melakukan penganiayaan terhadap anak anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Drs H Idil Wahyudin Nur, yakni FAS (16).

Kejadian ini terjadi, di depan SPBU Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas. Saat itu, Rabu (3/1), sekitar pukul 16.00 WIB, FAS bersama temannya pulang dari jalan-jalan ke Danau Aur Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Musi Rawas dengan mengendarai mobil kuda silver BG 1152 MK.

Sesampainya di tempat kejadian, mobil yang dikendarai paman teman korban tersebut diberhentikan oleh polisi yang tengah melakukan razia. Merasa perjalanannya terhenti, dan takut dimarahi oleh orang tuanya maka FAS langsung berinisiatif untuk menelepon orang tuanya, yakni anggota DPRD Kabupaten Muratara, Drs H Idil Wahyudin Nur.

Tapi, dikarenakan menelepon dengan menggunakan kecanggihan teknologi, yakni video call maka FAS diejek oleh oknum polisi lalu lintas tersebut, dan tidak lama kemudian terjadilah penganiayaan dan FAS di bawa ke Mapolres Musi Rawas.

“Kejadian ini sangat kita sayangkan, polisi yang seyogianya jadi pelindung masyarakat, malah melakukan penganiayaan,” kata legislator yang sudah tiga periode menjabat sebagai wakil rakyat ini, Kamis (4/1).

Apalagi, dilanjutkan mantan bakal calon Bupati Kabupaten Muratara periode 2015-2020 ini, ketika dirinya mendatangi Mapolres Musi Rawas tidak ada tanggapan serius dari aparat kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini.

“Kami hanya minta pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukan oknum polisi tersebut. Tapi, kalau tetap tidak ada tanggapan permasalahan ini kami laporkan ke Mapolda Sumsel. Anak di bawah umur itu harus dilindungi, bukannya disakiti,” jelasnya.

Sementara Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Musi Rawas, Ngimadudin mengatakan mengenai kejadian oknum polisi lalu lintas Kabupaten Musi Rawas melakukan penganiayaan terhadap anak bawah umur pada saat razia di Kecamatan Tugumulyo pada Rabu (kemarin, red), baru pertama terjadi di Kabupaten Musi Rawas.

“Tadi (Kamis,red) Keluarga korban FAS (16) mendatangi kantor kami untuk mengadu tindakan oknum polisi lantas Musi Rawas melakukan kekerasan fisik terhadap FAS, berdasarkan laporan yang diterima kita tadi sudah mendampingi pihak keluarga untuk pembelaan sesuai dengan aturan yang berlaku UU No. 35 Tahun 2014 pasal 76 c memastikan hak anak terpenuhi,” ucapnya, Kamis (4/1).

Lebih lanjut, Ngimadudin menyampaikan ia sangat menyayangkan dengan kejadian ini, karena baru kali ini KPAID Kabupaten Musi Rawas menerima laporan seperti ini.

“Kita tunggu saja proses yang berlaku, yang jelas tugas kita selaku KPAID Kabupaten Musi Rawas harus melindungi anak-anak di Kabupaten Musi Rawas terhadap kekerasan,” ujarnya.

Sementara di tempat yang sama, orang tua FAS, Susi mengatakan ia meminta kasus ini berjalan dengan sebenarnya, dan harus diusut hingga tuntas sesuai yang terjadi.

“Saya meminta kepada pihak yang berwajib harus mengusut tuntas permasalahan yang sudah membuat kekerasan dengan anak saya, karena ia tidak melakukan kesalahan ia hanya ingin pembelaan,” kata Susi.

Di tempat berbeda, oknum polisi inisial YW mengatakan hanya melakukan kekerasan fisik kepada FAS, pihaknya bersama yang lain hanya melakukan pembelaan karena FAS memukuli duluan petugas.

“Dengan kejadian itu kita hanya membela diri karena FAS melawan aparat,” katanya.

Kasat Lantas Musi Rawas, AKP Budi Hartono Sutrisno mengatakan, semua hanya salah paham anggota kita tidak mungkin melakukan hal sekejam itu.

“Kita sudah panggil beberapa anggota kita yang tugas di lapangan, tidak ada tindakan kekerasan. Kita akan mediasi antara keluarga mereka dan akan menyelesaikan dengan baik-baik,” katanya(19)

Komentar

Rekomendasi Berita