oleh

Oknum PNS Dispenda Diduga Gelapkan Pajak

Kepala UPTD Dispenda Provinsi Sumsel, H Edi Siswaya
“Memang benar statusnya PNS. Soal dugaan penggelapan uang para pemilik kendaraan, saya akan berusaha menghubungi dia, meski tidak bisa “

LINGGAU POS ONLINE, MUARA BELITI – Oknum pegawai UPTD Dispenda Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial Zk diduga gelapkan uang puluhan wajib pajak (WP). Totalnya mencapai Rp 50 juta. Berasal dari pemilik kendaraan yang akan membayar pajak kendaraan melalui dirinya.

Tapi, hingga Senin (20/11) keberadaan Zk di Kantor Samsat UPTD Dispenda Sumsel, raib. Infonya pria yang berstatus PNS itu sudah pindah ke Samsat Muratara. Akibatnya lebih kurang 20 orang warga yang memercayai dirinya mengurus pajak kendaraan, gigit jari. Dan berniat melaporkan Zk ke Mapolres Musi Rawas, atas dugaan penggelapan uang milik mereka yang sudah disetor ke Zk.

Yang nominalnya diperkirakan Rp 2,5 juta per orang. Atau ada juga yang lebih hingga Rp 3 Juta diserahkan ke Zk.

Salah seorang korban, Edo, warga Kecamatan Muara Beliti, membenarkan dirinya bersama 19 orang lain menjadi korban penggelapan uang diduga dilakukan Zk.

“Saya memang meminta Zk yang bekerja di kantor Samsat UPTD Dispenda Sumsel, karena kita percaya bisa mengurus surat kendaraan. Tapi sudah hampir setahun tidak keluar surat keterangan bahwa kami sudah melunasi pembayaran pajak mobil,” ungkap Edo didampingi pemilik kendaraan lainnya di kantor Samsat, kemarin.

Edo menyebutkan uang yang sudah dikeluarkan dirinya untuk mengurus pajak kendaraan mobil mencapai Rp 2.750.000 dan telah diberikan ke Zk, tapi keterangan membayar pajak tak diberikan kepada dirinya.

“Saya merasa ditipu, sama seperti rekan-rekan lainnya. Memang STNK masih ada di tangan kami, tapi surat keterangan lunas pajak mobil tidak diberikan,” keluhnya.

Bagaimana Edo bisa minta tolong dengan Zk?

Edo menyebutkan dirinya percaya Zk bisa membantu karena di Kantor Samsat bekerja di Bagian Bendahara Barang.

“Bagaimana saya tidak percaya, begitu juga teman-teman lainnya, sebab Zk ini pegawai Samsat yang memiliki modus membantu kami membayar pajak kendaraan roda empat dan roda dua. Tapi setelah hampir setahun, uang kami itu diduga tak disetorkan tetapi masuk ke kantong pribadinya. Setelah kami cek ternyata ada 20 orang yang tertipu, kita rata-ratakan saja kerugian Rp 2,5 juta per orang, maka Zk telah mengantongi uang Rp 50 juta,” ungkap Edo menaksir kerugian dialami para korban.

Para korban ini selain pemilik mobil pribadi dengan berbagai merek, sangat berharap Zk menyelesaikan pajak kendaraan mereka. Jika tidak, sambung Edo, pihaknya akan melapor ke Polres Musi Rawas untuk ditindaklanjuti.

“Kami sudah menghadap Kepala UPTD Dispenda Sumsel, pak Edi Siswanya tapi jawabannya Zk sudah pindah ke Samsat Muratara. Upaya kita nanti akan lapor ke polisi, sebab modal percaya saja tetapi kami sudah ditipu oleh Zk.

Sama dikemukakan oleh Raswan, warga Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara.

Ia mengaku adiknya yang mengurus pajak kendaraan dengan Zk dengan menyetorkan uang, juga ditipu.

“Mobil adik saya itu Star Wagon, dan mengurus pajak dengan Zk tapi sampai hari ini tidak ada surat bukti sudah membayar pajak diberikan oleh Zk,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Dispenda Provinsi Sumsel, H Edi Siswaya menyatakan jika pegawai berinisial Zk itu sejak 1 November 2017 telah pindah ke kantor Samsat Muratara.

“Dia tidak bekerja di sini, dan memang benar statusnya PNS. Soal dugaan penggelapan uang para pemilik kendaraan, saya akan berusaha menghubungi dia, meski tidak bisa,” ungkapnya kemarin.

Edi Siswaya menegaskan dirinya belum tahu dugaan penggelapan itu, dan berusaha menjelaskan kepada pemilik kendaraan mekanisme dari pembayaran pajak kendaraan di kantor UPTD Dispenda Sumsel.

“Ikutilah prosedur yang ada,” sarannya. (01)

Komentar

Rekomendasi Berita