oleh

Oknum Pensiunan ASN Diduga Sodomi 6 Remaja

LINGGAUPOS.CO.ID – Enam orang remaja putra di Kabupaten OKU diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang oknum pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) di OKU. Aksi tersebut diduga sudah berlangsung sejak lama hingga salah satu korban mengaku kepada orang tuanya.

Pelaku tersebut berinisial RH, yang memiliki kebun di kawasan Kelurahan Kemelak Bindung Langit Kecamatan Baturaja Timur. Sementara korban sendiri enam orang anak-anak pelajar SMP dan SD yang tinggal di kawasan tersebut.

R salah seorang orang tua korban mengaku baru mengetahui pelecehan seksual tersebut setelah salah satu teman anaknya berinisial M pulang ke rumah dan mengeluh sakit terutama di bagian (maaf) dubur.

Awalnya korban enggan mengaku, bahkan pelaku juga sempat menjemput korban untuk kembali bekerja dengannya tapi menolak. Setelah ditanya ternyata korban yang sudah enam bulan ikut dengan pelaku bekerja di kebun jagung milik pelaku tersebut sering disodomi oleh pelaku.

“Kalau M memang sering ikut ke kebun RH ini karena memang sudah seperti anak angkat pelaku. Kami tahu setelah ada pengakuan dari M sendiri. Setelah kami tanya ternyata anak-anak kami ternyata juga menjadi korban RH,” kata salah seorang orang tua korban.

Dikatakan R, para korban diperlakukan tak senonoh tersebut di pondok kebun jagung milik pelaku. Biasanya pelaku mengajak para korban ke kebun untuk membantunya mengurus kebun jagung.

Saat siang hari anak-anak tersebut kemudian di beri makan siang, usai makan para korban merasa mengantuk dan tidur dan saat itulah pelaku melancarkan aksinya. Salah satu pelaku hampir setiap bertemu melayani hasrat seks menyimpang pelaku. Sementara korban lainnya ada yang sudah ditelanjangi, dan dioral oleh pelaku.

“Anak-anak mengaku ke kami kalau habis makan siang sering tertidur, giliran terbangun ada celana yang sudah terbuka. Tapi ada juga yang dilihat langsung oleh anak-anak,” jelasnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPAI) Kabupaten OKU, Hasmiati yang mendapat laporan sejak 21 Januari lalu langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polres OKU. Menurutnya LPAI Kabupaten OKU akan terus mengawal kasus tersebut hingga pelaku ditangkap dan diadili karena tindakan pelaku sudah diluar kewajaran.

Menurutnya dari pengakuan para korban, kejadian tersebut terjadi pada 2020 bahkan ada yang terjadi pada 2018. Oleh karena itu pihaknya akan kembali mendatangi Mapolres OKU pada Senin 25 Januari mendatang untuk menyerahkan bukti dan mendatangkan para saksi.

“Senin, 25 Januari, LPAI OKU kembali akan mendatangi Polres OKU untuk menyerahkan bukti dan saksi yang berhasil dikumpulkan selama beberapa hari. Kami berharap pelaku dikenakan hukuman setimpal. Karena ulahnya merusak generasi bangsa, ” tegasnya. Sabtu (23/1/2021).

Sementara itu, enam korban yang diduga menjadi korban tersebut berinisial M (15), S (14), A (15), P (15), R (14) dan H (14). (13). (*)
Sumber: midor.co

Rekomendasi Berita