oleh

Oknum Mahasiswa Terpaksa Ditembak

Bersama Dua Bandit Curanmor

LINGGAU POS ONLINE, AIR KUTI – Polisi makin tegas menangkap tiga kawanan bandit spesialis Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor). Tim gabungan Polsek Lubuklinggau Selatan dan Polsek Lubuklinggau Timur menangkap bandit ini sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (3/4).

Tiga tersangkanya, Deska Riansyah alias Rian (23) warga Desa Lawang Agung, Efran Makruf (23) warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara keduanya tunakarya.

Tersangka lainnya, Ririn Rikardo (22) warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Yang mengejutkan, Ririn Rikardo merupakan mahasiswa semester VII Fakultas Ekonimi perguruan tinggi swasta di Kota Lubuklinggau.

Komplotan bandit ini saat diringkus polisi terpaksa ditembak pada bagian kakinya. Lantaran saat akan ditangkap berusaha melakukan perlawanan juga hendak melarikan diri.

Tersangka Rian diringkus di salah satu kontrakan di Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian kasus ini dikembangkan hingga berhasil meringkus Ririn dan Efran di salah satu kontrakan di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I sekitar pukul 11.00 WIB.

Polisi berhasil amankan Barang Bukti (BB) dari tiga tersangka. Diantaranya satu unit motor Honda Supra X Nopol BG 3705 GW, satu unit motor Honda Beat tanpa nopol, enam kaca spion motor, satu shock motor matic, lima wadah Nopol dari plastik, satu bong dari botol plastik disertai pipet, lima klip plastik kosong, satu korek api, dua mata kunci liter T, satu unit tang serta dua peci diduga dipakai tersangka saat menjalankan aksinya.

Dilihat dari laporan polisi bahwa ketiganya telah delapan kali melakukan curanmor di wilayah hukum Polsek Lubuklinggau Timur, empat laporan di wilayah hukum Polsek Lubuklinggau Selatan dan dua laporan di Polsek Lubuklinggau Utara jadi jumlah keseluruhan 14 laporan polisi.

“Kami telah meringkus ketiga tersangka spesialis curanmor khusus di tempat ibadah (Masjid), yakni Deska Riansyah alias Rian, Efran Makruf dan Ririn Rikardo. Hanya ketiganya kami terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat akan diringkus,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar melalui Wakapolres, Kompol Zulkarnain didampingi Kapolsek Lubuklinggau Selatan, Iptu Afrinaldi dan Kapolsek Lubuklinggau Timur, AKP Hadi Sutrianto, Selasa (3/4).

Zulkarnain menjelaskan, jadi dari ketiga tersangka ini satu sebagai eksekutor yakni Rian sedangkan dua temannya Efran dan Ririn sebagai mata-mata di lokasi kejadian, rata-rata yang dijadikan tempat lokasi pencurian yakni di kawasan Masjid.

“Saya himbau kepada masyarakat Kota Lubuklinggau memberikan pengamanan ganda, apabila memarkirkan motornya baik di pusat perbelanjaan dan tempat ibadah, bahkan di tempat lainnya,” tutup mantan Kabag Ops Muara Enim ini.(03)

Rekomendasi Berita