oleh

Oknum Kades yang Diduga Korupsi Dana Covid-19, Sering Berjudi di Acara Hajatan

LINGGAUPOS.CO.ID– Terdakwa Askari (44) menjalani sidang agenda pemeriksaan saksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Senin (22/3/2021) pukul 10.00 WIB.

Oknum Kepala Desa (Kades) Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura) ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Lubuklinggau karena diduga korupsi Dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk warga yang terdampak Covid-19.

Sidang yang digelar secara virtual Zoom Meeting ini diketuai Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang Sahlan Efendi, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau Sumar Herti, dan Rahmawati.

Dalam kesempatan itu, JPU Sumar Herti, dan Rahmawati menghadirkan tiga saksi perwakilan dari ketiga dusun yang menerima bantuan Covid-19. Ketiga saksi yang hadir diantaranya yakni Sutarno warga Dusun 1, Nurul Sopian warga Dusun 2, dan M Ferdiansyah warga Dusun 3 Desa Sukowarno.

Saat ditanya hakim, ketiga saksi mengaku pernah menerima bantuan Covid-19 tepatnya Mei 2020. Mereka menerima bantuan yang diantar oleh kadus masing-masing mendapat Rp 600 ribu.

Setelah itu, (Juni-Juli 2020) para warga ini menyatakan, mereka tidak menerima lagi bantuan. Padahal seharusnya setahun bisa menerima tiga kali, sebagaimana yang diterima warga dari desa lain.

Warga yang dihadirkan dalam sidang dan sejumlah rekan-rekannya sempat demo ke rumah kades. Karena mereka tidak terima, hingga menanyakan kejelasannya pada kades. Namun, sejak demo itu mereka tak pernah bertemu kades.

“Kami bertiga tanya kades, dan menanyakan soal uang bantuan tersebut. Kades jawab nanti-nanti sampai sekarang belum dibayar. Yang kami tahu dari desa sebelah, adanya bantuan Covid-19 pada bulan Juli dan Agustus Tahun 2020,” jelasnya.

Dari pernyataan ketiga saksi, pekerjaan kades sebelumnya hanya petani. Setelah jadi kades, bisa punya mobil. Kalau rumahnya biasa saja.

Para warga ini membenarkan bahwa Kades Askari sering berjudi di tempat hajatan. Saat ditanya JPU, ketiga saksi membenarkan usai kejadian tersebut, Ketua BPD mengumpulkan nama-nama yang tidak menerima dana BLT Covid-19 dengan menandatangani pernyataan bahwa mereka tidak menerima bantuan.

Setelah mendengar keterangan itu, sidang ditutup. Dan berlanjut Senin (29/3) dengan agenda sidang mendengarkan keterangan ahli dari Inpektorat Kabupaten Musi Rawas dan pemeriksaan terdakwa.

Untuk diketahui, Terdakwa Askari awalnya diduga melakukan korupsi uang negara senilai Rp187.200.000. Padahal, dana itu harusnya diberikan kepada 156 KK di Desa Sukowarno, dengan rincian masing-masing KK mendapatkan dana Rp 600 ribu.

Sehingga masyarakat melaporkan kejadian tersebut ke Unit Tipikor Reskrim Polres Mura. Dibantu Inspektorat untuk melengkapi berkas perkara terdakwa, hingga terdakwa diringkus Anggota Satreskrim Polres Mura.
Tersangka Askari mengakui perbuatannya. Ia menjelaskan uang hasil korupsi itu digunakan untuk judi togel, dan main perempuan.(*)

Sumber: Harian Pagi Linggau Pos

Rekomendasi Berita